Profil Rian Mahendra, Dulu Dipecat Kini Jadi Direktur Operasional PO Haryanto

Profil Rian Mahendra, Dulu Dipecat Kini Jadi Direktur Operasional PO Haryanto

KUDUS, KOMPAS.com - Rian Mahendra kembali masuk ke jajaran manajemen PO Haryanto, perusahaan otobus yang berasal dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Setelah dipecat pada 2022, putra sulung Haji Haryanto tersebut kini mengemban tugas sebagai direktur operasional.

Penunjukan Rian sebagai direktur operasional bukan keputusan yang muncul secara mendadak. 

Haji Haryanto mengungkapkan bahwa putranya itu memang sudah lama dipersiapkan untuk meneruskan estafet kepemimpinan dan mengelola perusahaan.

"Mas Rian sudah saya gadang-gadang sejak lama. Tidak ada orangtua benci sama anak. Tidak mungkin," ujar Haji Haryanto di garasi PO Haryanto, Jalan Lingkar Ngembalkulon, Kabupaten Kudus, dikutip dari TribunJateng, Minggu (5/7/2026).

"Sekarang dia sadar apa yang dicita-citakan sama orangtuanya. Jangan sampai dia menyasar ke mana-mana. Memang Mas Rian ini saya gadang-gadang kembali memegang perusahaan. Karena perusahaan sudah besar. Nama Haryanto ini sudah besar dan dikenal," tambahnya.

Profil Rian Mahendra

Rian Mahendra telah mengenal dunia transportasi sejak usia belia. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia sudah membantu menjual tiket bus di terminal.

Dilansir dari Tribunnews, Kamis (30/12/2021), ia sempat menempuh pendidikan di Pondok Alfalah Mojo, Kediri pada 1998 hingga 2003. 

Namun, Rian tidak menuntaskan pendidikan di jenjang SMA setelah dikeluarkan dari sekolah. Alhasil, pendidikan formalnya berakhir sebagai lulusan SMP.

Setelah itu, Rian memilih fokus mendampingi sang ayah mengembangkan usaha transportasi yang ketika itu baru dirintis.

PO Haryanto sendiri mulai beroperasi pada awal 2003 dengan jumlah armada lima unit bus.

Seiring perkembangan perusahaan, Rian dipercaya menangani berbagai pekerjaan di bidang operasional, mulai dari menyusun trayek baru, membangun jaringan agen, hingga merekrut karyawan.

Kepercayaan yang diterimanya terus bertambah. Pada usia 19 tahun, Rian memimpin operasional wilayah timur, sedangkan Haji Haryanto menangani wilayah barat. 

Pengalaman tersebut membuatnya memahami berbagai tantangan bisnis transportasi sejak usia muda.

Rian juga merasakan langsung kerasnya persaingan di terminal. Ia pernah menawarkan tiket kepada calon penumpang hingga menghadapi persaingan dengan perusahaan otobus lain.