BANGKA, KOMPAS.com - Angkutan penyeberangan di Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan, Bangka Belitung, akan dialihkan ke Pangkalbalam, Pangkalpinang, akibat adanya kerusakan jembatan penghubung (moveable bridge).
Uji coba pengalihan ke dermaga umum di Sadai sempat dilakukan, tetapi belum berhasil sehingga pemindahan ke Pangkalbalam menjadi pilihan meskipun lokasinya terpaut hampir 120 kilometer.
Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani mengonfirmasi bahwa kerusakan jembatan dermaga karena faktor pemakaian yang sudah lama.
Namun, belum bisa dipastikan apakah pengalihan ke Pangkalbalam akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kami ingin dilakukan kajian terlebih dahulu, terutama soal lokasi yang cukup jauh, membuat biaya bertambah," kata Hidayat seusai sidang paripurna di DPRD, Selasa (30/6/2026).
Hidayat mengusulkan agar dermaga alternatif lain yang lebih dekat bisa dipersiapkan.
Selain itu, dermaga Sadai yang mengalami kerusakan bisa saja tetap difungsikan dengan mengurangi tonase angkutan kendaraan.
"Misalnya dari 10 ton menjadi 5 ton untuk sementara waktu sampai perbaikan dilakukan," ujar Hidayat.
Dermaga kapal feri di Sadai menjadi krusial karena menghubungkan Bangka bagian selatan dengan Pulau Belitung.
Dermaga tersebut juga menjadi gerbang logistik untuk tujuan pelabuhan di Pulau Jawa.
Sejak dua pekan terakhir dermaga dinilai kurang layak untuk dilewati karena sejumlah besi moveable bridge sudah keropos dan patah.
Kerusakan pada ramp door tersebut diketahui menjadi tanggung jawab daerah dan Pemkab Bangka Selatan telah mengalokasikan Rp 1 miliar dari perkiraan kebutuhan Rp 1,3 miliar.
Gubernur berharap pembangunan dilakukan dengan kajian yang matang agar anggaran yang dikucurkan bisa berdampak optimal.
"Kalau anggarannya itu masih kurang mengapa bisa terjadi. Harus ada evaluasi, mengapa begitu," ujar Hidayat.
Ia menegaskan bahwa masa perbaikan yang akan berlangsung selama dua bulan terbilang cukup lama jika penyeberangan dialihkan ke tempat yang jauh.