JAKARTA, KOMPAS.com - Tagor (26) masih mengingat betul awal perjalanannya merantau ke Jakarta dari kampung halamannya di Serang, Banten.
Saat berusia sekitar 15 tahun, ia meninggalkan kampung halamannya untuk mengikuti saudaranya mencari pekerjaan.
Kini, sekitar 11 tahun telah ia habiskan dengan menggantungkan hidup sebagai porter. Ia mengawali pekerjaannya di tempat pelelangan ikan sebelum akhirnya bekerja di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
"Lumayan lama juga sih (menjadi porter). Dari kita sebelum pelabuhan juga udah (jadi porter). Jadi kita dari pelelangan dulu, terus pindah di Kali Adem," jelas dia saat ditemui Kompas.com, Selasa (30/6/2026).
Tagor mengaku tidak pernah berencana untuk bekerja menjadi seorang porter. Kesempatan kerja yang terbatas membuatnya memilih pekerjaan apa pun yang bisa menghasilkan uang.
Sebagai perantau, ia mengikuti jejak saudara dan teman-temannya yang lebih dulu bekerja di pelabuhan.
"Ya namanya kita dari kampung, merantau di sini ya kerja apa aja," ujarnya.
Ia mengatakan, pekerjaan sebagai porter saat ini masih menjadi satu-satunya sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Namun, pekerjaan itu tidak lagi seramai beberapa tahun lalu sehingga pendapatan yang diperoleh ikut menurun.
"Kalau dulu ya cukup aja gitu buat di rumah," katanya.
"Kalau pelabuhan sih penumpang sih banyak. Setiap hari Sabtu tuh, pariwisata. Kalau untuk kita pendapatan ngeluh. Enggak kayak-kayak dulu-dulu gitu," lanjut dia.
Di tengah kondisi tersebut, Tagor memilih tetap bertahan. Bukan karena tidak ingin mencoba pekerjaan lain, melainkan karena merasa keterampilan yang dimilikinya masih terbatas.
"Sebenarnya mah ya semua orang punya impian. Cuma kan kita ya namanya keadaannya seperti ini, basic-nya skill-nya adanya di sini gitu," ungkap dia.
Meski demikian, ia berharap suatu hari dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik demi meningkatkan taraf hidup keluarganya.
"Ya kita pengen aja gitu, siapa sih yang mau kayak gini terus. Pengen lah merubah hidup juga," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.