TIDAK banyak kota di Indonesia yang memiliki daya tarik sebesar Jakarta.
Selama puluhan tahun, kota ini menjadi tujuan jutaan orang yang datang membawa harapan.
Memperoleh pekerjaan yang lebih baik, mengakses pendidikan, membangun usaha, atau sekadar mencari kehidupan yang lebih layak.
Jakarta telah menjadi simbol kesempatan dan mobilitas sosial. Namun, di balik daya tarik tersebut, Jakarta juga menuntut harga yang tidak murah.
Waktu yang habis di perjalanan, biaya hidup yang terus meningkat, ruang hunian yang semakin sulit dijangkau, serta ritme kehidupan yang semakin cepat telah menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari warganya.
Pada usia ke-499 tahun, Jakarta mengusung tema "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta".
Tema ini mencerminkan optimisme terhadap transformasi kota yang semakin modern dan berdaya saing.
Namun, di tengah semangat tersebut, muncul pertanyaan yang layak direnungkan. Ketika Jakarta terus bergerak maju, apakah seluruh warganya mampu bergerak bersama mengikuti laju perubahan itu?
Kota yang Hidup dalam Percepatan
Sosiolog Hartmut Rosa (2013) menyebut salah satu ciri utama masyarakat modern sebagai percepatan sosial.
Teknologi berkembang semakin cepat, perubahan sosial berlangsung semakin singkat, dan kehidupan sehari-hari bergerak dalam ritme yang semakin intens.
Jakarta merupakan gambaran nyata dari fenomena tersebut. Aktivitas ekonomi berlangsung hampir tanpa jeda, mobilitas penduduk terus bergerak sepanjang hari, dan tuntutan produktivitas semakin tinggi.
Kota ini seolah tidak pernah berhenti. Dalam banyak hal, Jakarta bukan sekadar kota yang bergerak menuju era baru, melainkan kota yang telah lama hidup dalam logika percepatan.
Masalahnya, tidak semua warga memiliki kemampuan yang sama untuk mengikuti ritme tersebut.
Jakarta yang Meluas
Dalam perspektif geografi perkotaan yang dikemukakan Hadi Sabari Yunus (2008), perkembangan kota besar ditandai oleh metropolitanisasi dan peri-urbanisasi.
Kota tidak lagi berhenti pada batas administrasinya, tetapi meluas ke wilayah sekitarnya.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.