Rencana WFH ASN Tuai Pro-Kontra, Pemkot Pontianak Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu

Rencana WFH ASN Tuai Pro-Kontra, Pemkot Pontianak Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pontianak menuai beragam tanggapan. 

Sebagian masyarakat khawatir sistem kerja tersebut dapat memperlambat pelayanan publik, sementara ASN menilai WFH justru membuat pekerjaan lebih efisien.

Di tengah pro dan kontra tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memastikan kebijakan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), termasuk penerapan WFH, tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Inspektorat Kota Pontianak Trisnawati menegaskan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama sesuai arahan Wali Kota Pontianak.

"Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Itu arahan Bapak Wali Kota, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu," kata Trisnawati, dikutip dari Tribun Pontianak, Rabu (5/8/2026).

Warga Khawatir Pelayanan Melambat

Salah seorang warga Pontianak, Panji (41), mengaku kurang sepakat dengan penerapan WFH bagi ASN.

Menurut dia, alasan penghematan BBM belum memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Ia justru khawatir pelayanan administrasi di instansi pemerintah menjadi lebih lambat apabila sebagian pegawai bekerja dari rumah.

"Menurut saya sebagai masyarakat ini kurang begitu tepat, toh gaji mereka enggak dipotong. Kalau ini katanya untuk hemat BBM dan lain-lain, enggak juga. Itu cuma hitung-hitungan kertas aja. Saya sebagai masyarakat kurang begitu setuju," ujarnya.

Panji berharap pelayanan publik tetap menjadi prioritas sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi tidak mengalami hambatan meski kebijakan WFH diterapkan.

ASN Nilai WFH Lebih Efisien

Berbeda dengan pandangan masyarakat, salah seorang ASN di Kota Pontianak menilai kebijakan WFH justru memberikan manfaat dalam pelaksanaan pekerjaan.

Menurut dia, pengeluaran untuk BBM menjadi lebih hemat karena tidak perlu setiap hari berangkat ke kantor. 

Di sisi lain, pemanfaatan sistem digital membuat pekerjaan tetap dapat diselesaikan secara optimal.

"Dengan WFH lebih hemat BBM karena sebagian pekerjaan dilakukan dari rumah, sedangkan yang di kantor tetap beroperasi sesuai jadwal yang berlaku," katanya.

Ia juga menilai sistem kerja berbasis daring membuat proses penyelesaian pekerjaan menjadi lebih cepat.