BANYUMAS, KOMPAS.com – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai pada Rabu (29/7/2026).
Seluruh sarana pembelajaran, asrama, hingga fasilitas pendukung dipastikan siap digunakan untuk menyambut peserta didik baru.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Siti Isbandiyah, mengatakan jadwal pembukaan MPLS dimajukan satu hari dari rencana semula karena kesiapan sekolah telah dinilai memenuhi seluruh kebutuhan operasional.
"Percepatan opening dimajukan ke tanggal 29 Juli karena secara sarana dan kesiapan kita sudah dinilai matang. Setelah opening, dilanjutkan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga diharapkan awal pembelajaran dapat dimulai 1 Agustus," kata Siti kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Menurut dia, rangkaian kegiatan peserta didik tidak berhenti pada MPLS. Setelah masa pengenalan lingkungan sekolah, siswa akan mengikuti program matrikulasi akademik yang berlangsung hingga 30 September 2026.
Selain itu, para siswa juga akan mendapatkan pembekalan melalui Program Bakti Taruna yang melibatkan taruna dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), dan akademi kedinasan lainnya. Program tersebut ditujukan untuk membentuk kedisiplinan dan mental siswa selama tinggal di lingkungan asrama.
Kuota Peserta Didik dan Kerja Sama Lingkungan
Saat ini, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas mencapai 299 orang, terdiri atas 50 siswa existing dan 249 siswa baru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Siti menjelaskan, awalnya sekolah menargetkan menerima 270 peserta didik baru. Namun karena pemenuhan kuota jenjang SD belum optimal, sebagian alokasi dialihkan untuk jenjang SMP dan SMA.
"Jumlah siswa sampai hari ini dari SD sampai SMA sejumlah 299 orang. Dengan rincian 249 siswa baru dan 50 siswa existing. Data ini masih bergerak karena masih dilakukan penjangkauan untuk pemenuhan alokasi peralihan kuota dari SD ke SMP dan SMA," ujarnya.
Untuk mendukung konsep sekolah berasrama yang ramah lingkungan, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas. Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan pengelolaan sampah dan penghijauan kawasan sekolah.
"DLH nanti melakukan pendampingan terutama dalam hal pengelolaan sampah. Karena ini lingkungan baru, tentu membutuhkan penghijauan dan penataan lingkungan yang baik," ujar Siti.
Peninjauan Bupati Banyumas dan Imbauan Warga
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Senin. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sebelum MPLS dimulai.
Menurut Sadewo, sekolah tersebut telah memiliki fasilitas yang memadai, mulai dari ruang kelas, laboratorium bahasa dan komputer, asrama siswa dan guru, dapur, gedung serbaguna, tempat ibadah, hingga lapangan olahraga.
"Ini sekolah rakyat, tapi luar biasa gedungnya megah sekali. Tadi sudah dicek semua fasilitasnya, untuk listrik dan air sudah siap, kemudian dapur untuk sementara menggunakan katering," kata Sadewo.
Ia juga mengimbau masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai sasaran Sekolah Rakyat, yakni keluarga dalam kategori desil 1 dan desil 2, agar memanfaatkan kesempatan tersebut.
"Jangan ragu-ragu menyekolahkan anak di Sekolah Rakyat. Fasilitasnya sangat baik dan guru-gurunya juga berkualitas," ujar Sadewo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang