Pantau - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan kepala badan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk progres program perguruan tinggi dalam mendukung agenda prioritas pemerintah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan dirinya memenuhi panggilan Presiden untuk membahas perkembangan program strategis di sektor pendidikan tinggi.
Kampus Diminta Dukung Program Strategis
"Saya belum tahu nih, dipanggil jam satu nanti kita lihat. Ya tentunya terkait dengan program-program strategisnya, karena kan Pak Presiden selalu berpesan universitas itu harus mem-back-up seluruh program strategis," ungkap Brian.
Brian mengatakan belum dapat menjelaskan secara rinci materi rapat karena pertemuan dengan Presiden saat itu belum dimulai.
"Saya sudah siapkan data-data bagaimana program kampus kita siap untuk mem-back-up dari segi kajian, dari segi research, karena kan Bapak Presiden ingin setiap kebijakan memerlukan data yang valid," ujarnya.
Ia menegaskan perguruan tinggi disiapkan untuk memberikan dukungan melalui kajian dan riset dalam setiap kebijakan strategis pemerintah.
Bantah Bahas Pendirian URI
Saat ditanya mengenai kemungkinan pembahasan pendirian Universitas Republik Indonesia (URI), Brian membantah isu tersebut.
"Bukan, bukan kayaknya," katanya.
Selain Mendiktisaintek Brian Yuliarto, rapat terbatas juga dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani serta Kepala BP BUMN sekaligus COO Dony Oskaria.