Zulhas Targetkan RI Swasembada Garam 2027: Kita Masih Impor 2,7 Ton per Tahun

Zulhas Targetkan RI Swasembada Garam 2027: Kita Masih Impor 2,7 Ton per Tahun

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan Indonesia mencapai swasembada garam pada akhir 2027. Program ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor garam yang rata-rata masih mencapai 2,7 juta ton per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, swasembada garam menjadi fokus pemerintah setelah target swasembada karbohidrat mulai tercapai.

"Tahun pertama, 2025, sudah tercapai karbohidrat. Karbohidrat itu beras dan jagung. Tahun ini fokusnya adalah protein, ikan. Baik ikan tangkap dari laut maupun budidaya," kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP di Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut Zulhas, pemerintah juga telah menempatkan kewenangan pengendalian impor dan ekspor garam di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan agar kebijakan berjalan dalam satu komando.

"Kita masih impor agak besar. Oleh karena itu pengendaliannya pun, ikan dan garam itu sekarang penuh. Sudah lahir Perpres yang baru. Jadi semua dikendalikan agar satu komando," ujarnya.

"Tadinya di Kementerian Perindustrian, sekarang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan," lanjut Zulhas.

KKP Genjot Produksi Garam Industri

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, swasembada garam menjadi salah satu dari enam program prioritas Presiden di sektor kelautan dan perikanan untuk mendukung swasembada protein ikan dan garam.

Menurutnya, KKP menjalankan program tersebut melalui strategi ekstensifikasi dan intensifikasi sesuai Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

"Program ini menargetkan peningkatan produktivitas garam dengan kualitas di atas 97 persen NaCl dan produksi sekitar 400 ribu ton per tahun untuk mendukung pemenuhan kebutuhan garam nasional, khususnya kebutuhan industri," ujar Sakti.

Ia mengatakan kebutuhan garam nasional hingga kini masih bergantung pada impor, terutama untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan manufaktur.

"Saat ini kebutuhan garam nasional masih bergantung pada impor dengan rata-rata volume 2,7 juta ton per tahun. Impor garam dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan manufaktur," jelasnya.