PT Pertamina (Persero) tengah mengurus perizinan agar Kapal Pertamina Pride dapat melintasi Selat Hormuz.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan proses keberangkatan kapal Pride tetap mengutamakan aspek keselamatan awak kapal, muatan, dan armada.
"Kami berharap satu kapal kami lagi, yaitu Pride, sedang memproses, tapi tetap akan melihat faktor keselamatan awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," ujar Baron ditemui di Grha Pertamina, Kamis (2/7).
Baron menjelaskan hingga saat ini proses perizinan kapal Pride masih berlangsung. Namun, pelaksanaan pengangkutan kargo masih harus ditunda karena kondisi Selat Hormuz kembali memanas.
"Untuk Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya dan saat ini karena Selat Hormuz juga memanas kembali, sehingga pelaksanaan kargo dari Pride masih tertunda," jelasnya.
Ia menambahkan, apabila kapal Pride nantinya berhasil melintasi Selat Hormuz, muatan yang dibawa akan dikirim untuk Kilang Pertamina di Cilacap.
"Nanti apabila sudah melintas, benar itu (isinya cargonya) adalah untuk di Kilang Cilacap," tegasnya.
Kapal Pertamina Gamsunoro sebelumnya telah berhasil melewati Selat Hormuz. Menurut Baron, hal ini berkat kerja sama intensif antara perusahaan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan Iran.
"Kapal Pertamina Gamsunoro telah melintasi Selat Hormuz dan Alhamdulillah ini merupakan atas koordinasi dengan para pihak termasuk kementerian luar negeri, pihak-pihak terkait lainnya," pungkas Baron.