Pantau - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas ekspor 16 ton rajungan hasil produksi transmigran dari sejumlah wilayah Indonesia ke Amerika Serikat sebagai upaya memperluas pasar global bagi produk unggulan kawasan transmigrasi.
Rajungan Transmigran Tembus Pasar Amerika Serikat
Viva Yoga Mauladi mengatakan rajungan yang diekspor berasal dari kawasan transmigrasi di Sorong, Papua, Pasangkayu, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, serta wilayah Pantura Gresik dan Lamongan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan PT Aruna.
Ia mengungkapkan, "Jadi kita ekspor ke Amerika Serikat, karena di kawasan transmigrasi sekarang ini bukan hanya menjadi petani, tapi juga ada yang menjadi pekebun, pekebun kopi, pekebun durian dan juga menjadi nelayan."
Menurutnya, rajungan memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga berpotensi menjadi komoditas unggulan baru selain tanaman pangan, hortikultura, kopi, dan durian.
Viva Yoga menjelaskan Kementerian Transmigrasi terus melakukan pembinaan, pemberdayaan, serta kolaborasi dengan berbagai mitra untuk memperkuat hilirisasi dan industrialisasi hasil perikanan demi meningkatkan pendapatan nelayan dan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi peran perusahaan swasta sebagai offtaker produk rajungan transmigran yang diekspor ke Amerika Serikat dua kali setiap bulan, dengan pengiriman kali ini mencapai sekitar 16 ton bernilai sekitar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar per kontainer.
Industri Padat Karya dan Potensi Ekspor Terus Diperkuat
Viva Yoga menegaskan seluruh produk rajungan telah memenuhi standar internasional setelah melalui proses pengolahan yang ketat sehingga mampu menembus pasar Amerika Serikat secara berkelanjutan.
Menurutnya, industri pengolahan rajungan masih mengandalkan tenaga kerja padat karya yang membutuhkan ketelitian tinggi sehingga turut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia menambahkan pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produktivitas nelayan kawasan transmigrasi melalui pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.
Di lokasi yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap ekspor rajungan meningkat dari satu menjadi lima kontainer sebagai bukti meningkatnya daya saing produk perikanan daerah.
Menurut Yani, industri pengolahan rajungan yang didominasi pekerja perempuan berusia di atas 40 tahun akan terus didukung melalui pelatihan vokasi bersertifikat guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.