Pantau - Pakistan meluncurkan tender darurat untuk membeli satu kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang dijadwalkan dikirim pekan ini sebagai langkah mengantisipasi terganggunya pasokan energi akibat kembali memanasnya situasi di Selat Hormuz.
Tender Darurat untuk Penuhi Kebutuhan Energi
Perusahaan milik negara Pakistan LNG Limited mengundang pemasok internasional untuk mengajukan penawaran pengiriman satu kargo LNG ke Pelabuhan Qasim di Karachi.
Berdasarkan dokumen tender yang diterbitkan Otoritas Regulasi Pengadaan Publik Pakistan, kargo tersebut dijadwalkan tiba pada 30 Juni hingga 4 Juli.
Tender tersebut mencakup pengadaan sekitar 140.000 meter kubik LNG dengan toleransi volume sebesar 10 persen lebih atau kurang.
Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman LNG dunia, terutama dari Qatar yang menjadi salah satu pemasok utama Pakistan.
Gangguan Pelayaran Picu Kekhawatiran Pasokan
Gangguan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz berpotensi memaksa negara pembeli beralih ke pasar spot yang umumnya menawarkan harga lebih tinggi dan pasokan yang lebih terbatas.
Pakistan sebelumnya telah beberapa kali menghadapi tekanan terhadap pasokan energi akibat konflik kawasan yang memengaruhi distribusi LNG.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah Pakistan mencari tambahan pasokan melalui pasar spot untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Tender darurat itu diumumkan setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal niaga di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran pemilik kapal, perusahaan asuransi, dan pembeli energi mengenai keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.