Warga Barito Selatan Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Pemprov Pastikan Kondisi Aman

Warga Barito Selatan Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Pemprov Pastikan Kondisi Aman

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) siap membantu pemulangan Supiat (21), warga Kabupaten Barito Selatan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Tengah, Farid Wajdi mengungkapkan, Supiat saat ini telah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh sehingga kondisinya dipastikan aman.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar korban dapat kembali ke kampung halamannya.

"Yang penting sekarang informasinya yang bersangkutan sudah berada di kedutaan, artinya sudah dalam kondisi aman," kata Farid di Palangka Raya, Senin (29/6/2026).

Tawaran ke Malaysia, Diberangkatkan ke Kamboja

Farid menjelaskan, Supiat diduga berangkat sebagai pekerja migran melalui jalur nonprosedural.

Awalnya korban menerima tawaran pekerjaan secara daring dengan tujuan Malaysia, namun dalam perjalanannya justru diberangkatkan ke Kamboja.

Menurut dia, pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural lebih sulit dilacak ketika menghadapi persoalan di luar negeri.

"Dari awal mereka memang tidak ingin terpantau. Karena itu kami selalu mengingatkan masyarakat, jangan langsung percaya kalau ada tawaran kerja ke luar negeri," ujarnya.

Farid mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar terlebih dahulu berkonsultasi dengan Disnakertrans maupun Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk memastikan legalitas perusahaan dan penempatan kerja.

Farid mengungkapkan, selama menjabat sebagai Kepala Disnakertrans Kalteng, pihaknya telah menangani sedikitnya dua kasus dugaan pekerja migran nonprosedural asal Kalimantan Tengah, yakni kasus di Irak dan kasus yang kini menimpa Supiat.

"Yang kami tangani sejauh ini dua kasus, sebelumnya pernah ada kasus di Irak dan sekarang ini. Tapi kami tidak tahu apakah ini fenomena gunung es atau tidak. Harapan kami masyarakat semakin sadar agar tidak mudah tertipu," tuturnya.

Menteri Vidio Call dengan Supiat

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), menyatakan telah memfasilitasi proses repatriasi Supiat dari Kamboja.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, telah melakukan panggilan video (video call) langsung dengan Supiat yang saat itu berada di tempat KBRI untuk memastikan kondisi dan kelengkapan dokumen administrasinya.

Dalam dialog tersebut, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa negara akan hadir dan menanggung seluruh fasilitas pemulangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang