Studi Ungkap Pengguna Obat Penurun Berat Badan Semakin Malas Olahraga

Studi Ungkap Pengguna Obat Penurun Berat Badan Semakin Malas Olahraga

KOMPAS.com - Para orang dewasa penderita obesitas yang sedang dalam program penurunan berat badan menggunakan obat-obatan agonis reseptor glucagon-like peptide-1 (GLP-1) ternyata mengalami penurunan aktivitas fisik secara drastis.

Padahal, menjaga rutinitas bergerak sangatlah esensial untuk melindungi massa otot tubuh agar tidak ikut menyusut.

Fakta ini diungkapkan dalam sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan pada ajang ENDO 2026, sebuah pertemuan tahunan bergengsi dari Endocrine Society di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, mengutip situs web resmi mereka, Kamis (25/6/2026).

Telah diketahui secara luas di dunia medis bahwa jenis obat-obatan agonis reseptor GLP-1 yang populer saat ini, seperti semaglutide, liraglutide, dulaglutide, hingga tirzepatide, terbukti sangat efektif mengurangi berat badan.

Namun, efek sampingnya tidak hanya memangkas lemak tubuh, tetapi juga berpotensi mengikis massa otot tanpa lemak yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

"Hal ini membuat aktivitas fisik menjadi sangat penting untuk menjaga kekuatan dan kesehatan jangka panjang," ungkap peneliti utama studi tersebut di HSHS St. John's Hospital di Springfield, Illinois, Sajana Maharjan, M.D.

Dampak obat penurun berat badan terhadap tingkat aktivitas fisik

Penggunaan data dari perangkat pelacak kebugaran

Penelitian yang dilakukan ini merupakan studi kohort retrospektif sebelum dan sesudah perawatan medis yang memanfaatkan basis data kesehatan berskala besar.

Tim peneliti mengambil data dari National Institutes of Health’s All of Us Research Program. Program penelitian tersebut menghubungkan rekam medis elektronik milik para peserta, dengan data aktivitas fisik harian mereka yang tercatat pada perangkat pelacak kebugaran Fitbit.

Dari total 1.950 orang dewasa penderita obesitas yang baru saja memulai pengobatan dengan menggunakan GLP-1, para peneliti memfokuskan studi dan menganalisis secara cermat 753 orang.

Kelompok ini dipilih karena mereka memiliki data perangkat yang memadai untuk dilakukan analisis mendalam.

Jika dilihat dari profil demografisnya, kelompok studi ini didominasi oleh peserta perempuan dengan persentase mencapai 78,6 persen, serta memiliki usia rata-rata 52,7 tahun.

Eksplorasi ini tercatat sebagai studi berskala besar pertama yang menganalisis data langsung dari perangkat pelacak kebugaran, yang dapat dikenakan pada kelompok orang dewasa yang mengonsumsi obat agonis reseptor GLP-1.

Hal ini menjadikannya tonggak penting dalam memahami perubahan perilaku pasien di dunia nyata.

Penurunan langkah harian yang cukup tajam

Dalam proses observasinya, para peneliti membandingkan tingkat aktivitas fisik masing-masing individu sebelum dan sesudah mereka memulai perawatan medis tersebut.

Fokus utama pengamatan terletak pada jumlah rata-rata langkah harian, serta total menit yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas fisik dari tingkat sedang hingga berat setiap harinya. Hasil yang didapatkan cukup menjadi sorotan.