Trump Mengelak Tanggung Jawab soal Serangan AS ke SD Minab Iran

Trump Mengelak Tanggung Jawab soal Serangan AS ke SD Minab Iran

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengelak untuk bertanggung jawab soal serangan rudal Tomahawk AS di sekolah dasar (SD) putri Minab, Iran, pada 28 Februari.

Trump mengatakan bahwa pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan lebih dari 100 anak-anak sekolah dasar itu kemungkinan tidak diketahui.

"Saya tidak tahu apakah mereka akan pernah menyelesaikan masalah itu dalam hal siapa yang bersalah karena ada rudal yang berterbangan di mana-mana, dan apa yang terjadi itu mengerikan, tetapi ada rudal yang berterbangan di mana-mana," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada Rabu (24/6), dikutip dari the Hill.

Trump sebelumnya menuduh bahwa rudal-rudal Iran menyasar ke sekolah tersebut. Namun, serangan di sekolah itu terjadi pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan operasi militer mereka ke Iran yang kemudian dibalas Teheran.

Serangan rudal tersebut menewaskan 175 anak sekolah tewas dan 168 anak lainnnya berusia antara tujuh hingga 12 tahun terluka.

Sejumlah rekaman video warga memperlihatkan bahwa rudal yang menghujam sekolah SD Minab teridentifikasi amat mirip sebagai Tomahawk AS. Namun, Trump kembali mengelak bahwa rudal Tomahawk Washington yang diduga menghancurkan sekolah itu.

"Seseorang mengatakan itu adalah rudal kita, mungkin itu bukan rudal kita, tetapi saya belum melihat apa pun yang membuat saya percaya itu adalah rudal kita," kata Trump.

"Saya rasa bukan kami yang melakukannya," ia menambahkan.

Militer AS memang menargetkan salah satu markas militer Iran yang tidak jauh dari sekolah tersebut. Namun secara fisik, markas tersebut masih sangat jelas bisa dibedakan dengan SD putri Minab melalui cat gedung yang warna-warni.

Para perwira Komando Pusat AS membuat koordinat target untuk serangan tersebut menggunakan data usang dan tidak terverifikasi yang diberikan oleh Badan Intelijen Pertahanan, menurut sumber yang diberi pengarahan tentang penyelidikan tersebut kepada The New York Times.

Para anggota parlemen mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk memberikan jawaban mengenai serangan tersebut, tetapi hingga kini belum menerima keterangan mengenai masalah ini.

"Insiden korban sipil besar-besaran seperti serangan di Minab tidak hanya merugikan rakyat Iran, yang telah begitu banyak menderita di tangan pemerintahnya sendiri, tetapi juga merusak kepentingan keamanan nasional AS," tulis sejumlah Senator Demokrat dalam surat pada Maret kepada Hegseth.

(bac)