Khawatir RS Penuh Saat Panas Ekstrem, Perancis Batasi Penjualan Alkohol

Khawatir RS Penuh Saat Panas Ekstrem, Perancis Batasi Penjualan Alkohol

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis resmi mengumumkan larangan konsumsi dan penjualan minuman beralkohol di ruang publik di Kota Paris. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi tekanan rumah sakit yang kian berat selama gelombang panas ekstrem melanda.

Dikutip dari BBC, Jumat (25/6/2026), berdasarkan regulasi terbaru, warga Paris dilarang mengonsumsi alkohol di tempat umum mulai pukul 12.00 siang hari Jumat hingga pukul 07.00 pagi hari Sabtu.

Ketentuan pembatasan dengan jam yang sama juga akan diberlakukan kembali pada hari Sabtu hingga Minggu.

Bar dan restoran dikecualikan dari aturan

Selain pembatasan konsumsi, pemerintah juga melarang aktivitas penjualan alkohol untuk dibawa pulang mulai pukul 18.00 pada hari Jumat hingga pukul 07.00 hari Sabtu di wilayah ibu kota. 

Aturan ini akan kembali diberlakukan pada jam yang sama dari hari Sabtu hingga Minggu.

Kendati demikian, pihak otoritas memberikan pengecualian bagi operasional bar serta restoran lokal yang telah mengantongi izin resmi.

Saat berbicara kepada media lokal, Kepala Kepolisian Paris, Patrice Faure secara gamblang mengungkapkan urgensi di balik kebijakan pembatasan ini. 

"Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kita telah mencapai titik jenuh dalam kapasitas fasilitas rumah sakit," tegas Faure.

Merespons situasi ini, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengonfirmasi bahwa status tingkat kewaspadaan kesehatan nasional telah dinaikkan ke level tertinggi. 

Keputusan ini diambil guna mendongkrak jumlah ketersediaan staf medis di rumah sakit, serta melindungi kelompok masyarakat rentan.

Menyusul rentetan rekor suhu tertinggi tersebut, Perancis memperingatkan masyarakat untuk segera mengubah pola aktivitas harian mereka. 

Lonjakan kasus serangan jantung

ilustrasi dampak gelombang panas ekstrem.
ilustrasi dampak gelombang panas ekstrem.

Menteri Kesehatan Stephanie Rist menegaskan,ancaman sengatan panas ini mengintai seluruh kelompok umur, baik kaum lansia maupun generasi muda.

"Kaum muda saat ini juga rentan menderita serangan jantung akibat cuaca ini," papar Rist.

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app