Soroti Kasus Pembantaian Penyu di Berau, Global Conservation: Memutus Potensi Reproduksi

Soroti Kasus Pembantaian Penyu di Berau, Global Conservation: Memutus Potensi Reproduksi

BERAU, KOMPAS.com — Global Conservation menyoroti kasus pembantaian induk penyu hijau (Chelonia mydas) yang terjadi di kawasan pesisir Pulau Balikukup, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Sebelumnya, penyu tersebut ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi perut dibedah pada Minggu (2/8/2026).

Perwakilan Global Conservation di Kaltim, Zenobia menyatakan, bahwa insiden pembantaian penyu ini bukanlah kondisi yang dapat dianggap biasa.

Menurutnya, hilangnya satu individu penyu betina dewasa merupakan kehilangan yang sangat besar bagi ekosistem.

Sebab, penyu memiliki siklus hidup panjang dan butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapai usia reproduktif.

"Hilangnya satu betina dewasa berarti memutus potensi reproduksinya untuk musim ini dan masa-masa mendatang," ujar Zenobia, Selasa (4/8/2026).

Di sisi lain, kawasan perairan Berau dan pulau-pulau kecil di sekitarnya memang jadi ekosistem penting dalam perkembangbiakan penyu, termasuk Pulau Sangalaki, Pulau Balembangan, dan Pulau Balikukup.

Siap Berkolaborasi

Zenobia mengungkapkan, bahwa insiden pembantaian penyu di pesisir Pulau Balikukup ini menjadi momentum awal bagi Global Conservation untuk memperluas jangkauan intervensi.

Menindaklanjuti rapat koordinasi bersama UPTD Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kawasan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K-KDPS) Berau serta PSDKP, pada Senin (3/8/2026) kemarin, Global Conservation siap memberikan dukungan untuk memperkuat frekuensi patroli dan pemantauan perairan.

"Fokus kami sebagai lembaga donor adalah membantu memperkuat perlindungan kawasan melalui dukungan patroli dan monitoring bersama UPTD serta instansi terkait," jelasnya.

Terkait kasus pembantaian, pihaknya menyerahkan proses investigasi kepada aparat penegak hukum (APH) dan instansi pemerintah yang memiliki wewenang.

Zenobia menegaskan bahwa lembaga donor tetap menghormati independensi penegak hukum, namun siap memberikan fasilitasi bantuan jika dibutuhkan dalam koridor kerja sama yang berlaku.

Ajak Warga Menjaga Penyu

Dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga penyu dan habitatnya.

Penyu, kata dia, merupakan bagian penting ekosistem laut, keberadaan penyu juga jadi kekayaan berharga Kabupaten Berau.

"Perlindungan penyu tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja, butuh kolaborasi antara pemerintah, APH, masyarakat pesisir, hingga nelayan. Jika warga melihat aktivitas yang mengancam penyu atau habitatnya, segera laporkan ke aparat agar bisa ditindak sesuai hukum," tegas Zenobia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang