KOMPAS.com – Rambut rontok menjadi salah satu perubahan yang sering dialami perempuan beberapa bulan setelah melahirkan.
Meski dapat menimbulkan kekhawatiran, kondisi ini umumnya merupakan bagian dari proses pemulihan tubuh setelah kehamilan.
Asisten Profesor Dermatologi di Yale University, Dr. Mary Laird mengatakan, kerontokan rambut setelah melahirkan merupakan kondisi yang sangat umum terjadi.
"Rambut rontok setelah melahirkan sangat sering kami temui. Bahkan, lebih dari 90 persen perempuan mengalami kerontokan rambut dalam derajat tertentu setelah persalinan," ujar Laird, seperti dilansir Parents, Sabtu (11/7/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut hampir selalu bersifat sementara dan rambut biasanya mulai tumbuh kembali sekitar sembilan hingga 12 bulan setelah melahirkan.
Wajarkah rambut menjadi rontoh setelah melahirkan?
Perubahan hormon membuat rambut memasuki fase rontok secara bersamaan
Menurut Laird, penyebab utama rambut rontok setelah melahirkan adalah perubahan hormon yang terjadi setelah persalinan.
Selama kehamilan, kadar hormon estrogen meningkat sehingga rambut bertahan lebih lama pada fase pertumbuhan (anagen). Akibatnya, rambut tampak lebih tebal dan lebih sedikit yang rontok dibandingkan biasanya.
Namun setelah bayi lahir, kadar estrogen dan progesteron turun dengan cepat.
Perubahan ini membuat banyak folikel rambut secara bersamaan memasuki fase istirahat dan kerontokan (telogen), sehingga rambut rontok dalam jumlah yang lebih banyak.
Associate Professor Dermatologi di Mount Sinai Hospital, Dr. Joshua Zeichner menjelaskan, kondisi tersebut dikenal sebagai telogen effluvium.
"Telogen effluvium adalah jenis kerontokan rambut yang muncul setelah tubuh mengalami stres fisik atau emosional. Kondisi ini sangat sering terjadi pada masa setelah persalinan," kata Zeichner.
Kurang tidur dan kekurangan nutrisi juga dapat memperparah kerontokan
Selain perubahan hormon, beberapa faktor lain dapat memperburuk kerontokan rambut pada masa postpartum.
Asisten Profesor Dermatologi di Howard University College of Medicine, Dr. Sharleen St. Surin-Lord mengatakan, kurang tidur, kelelahan, serta tekanan fisik dan emosional setelah melahirkan dapat memperkuat proses kerontokan rambut.
Ia juga menjelaskan, kekurangan sejumlah nutrisi dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut.
Kadar zat besi, ferritin, seng, vitamin D, maupun biotin dapat menurun setelah persalinan sehingga berpotensi memperlambat pertumbuhan rambut baru.