Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan 96,7 persen penduduk berusia di atas lima tahun masih kurang makan buah dan sayur, hanya 3,3 persen yang memenuhi anjuran WHO lima porsi kombinasi buah dan sayur setiap hari.
Buah dan sayur penting untuk melengkapi zat gizi seperti serat, vitamin C, kalium, serta antioksidan yang membantu menjaga tekanan darah, kesehatan pembuluh darah, dan menurunkan risiko penyakit kronis.
Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi 2–3 porsi buah dan 3–4 porsi sayur setiap hari dengan mengutamakan buah utuh lokal tanpa tambahan gula agar pola makan lebih sehat dan terjangkau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Saat makan, nasi, lauk, dan sambal sudah dianggap cukup. Buah kadang baru dibeli saat ada tamu, diberikan sebagai hantaran, atau dimakan sesekali saat sedang ingin.
Kebiasaan tersebut terlihat dalam data nasional. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat 96,7 persen penduduk Indonesia berusia 5 tahun ke atas masih kurang mengonsumsi buah dan sayur. Sebanyak 67,5 persen penduduk hanya mengonsumsi gabungan buah dan sayur sebanyak satu hingga dua porsi per hari selama seminggu.
Penilaian tersebut menggunakan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu konsumsi minimal lima porsi kombinasi buah dan sayur setiap hari dalam seminggu, dikategorikan "kurang" jika kurang dari itu. Dengan demikian, hanya sekitar 3,3 persen masyarakat yang memenuhi anjuran tersebut.
Pada Riskesdas 2018, hanya sekitar 4,5 persen penduduk yang memenuhi rekomendasi lima porsi buah dan sayur per hari. Data SKI 2023 menunjukkan masalah konsumsi ini belum banyak berubah, sama-sama menunjukkan bahwa makanan nabati segar masih belum menjadi bagian rutin dari pola makan sebagian besar masyarakat.
Buah bukan cuma pencuci mulut. Mengonsumsinya membuat pola makan lebih beragam dan melengkapi zat gizi yang tidak selalu diperoleh dalam jumlah cukup dari nasi dan lauk.