JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, warga lanjut usia (lansia) yang mampu secara ekonomi belum bisa menerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ).
Ia menegaskan, program tersebut diprioritaskan bagi lansia yang benar-benar membutuhkan.
"Memang ada prasyarat yang harus dipenuhi. Beberapa lansia yang mohon maaf yang mampu, keluarganya mampu, ditanggung keluarganya tentunya mohon maaf belum bisa mendapatkan Kartu Lansia, tetapi yang membutuhkan akan kami prioritaskan," ujar Pramono usai menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).
Pramono memastikan pendaftaran Kartu Lansia Jakarta masih dibuka. Namun, setiap calon penerima akan diseleksi sesuai persyaratan yang berlaku.
Selain bantuan sosial, penerima Kartu Lansia Jakarta juga mendapat akses transportasi umum dengan tarif gratis.
"Begitu mereka memasuki usia lansia, maka semua transportasi, apakah itu MRT, LRT, kemudian TransJakarta, kemudian juga JakLingko, dan semuanya mereka mendapatkan gratis atau Rp 1 lah maksimum," kata Pramono.
Tak hanya itu, penerima Kartu Lansia Jakarta juga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas.
“Ada 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 puskesmas pembantu," ucap dia.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini sebanyak 168.497 lansia telah memanfaatkan Kartu Lansia Jakarta.
Selain KLJ, Pemprov DKI juga memiliki 78 Sekolah Lansia yang saat ini diikuti sekitar 2.278 peserta.
"Sehingga dengan demikian, Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, sekali lagi, menjelang Jakarta berulang tahun 5 abad tahun depan, mudah-mudahan para lansia di Jakarta tetap produktif dan semangat untuk itu," tutur Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.