Grid.
ID - Misteri kematian ASN Bangkalan berinisial RYS (50) menyita perhatian publik. Pasalnya, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan ini ditemukan tewas di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Meskipun kronologi di balik misteri kematian ASN Bangkalan ini masih diselidiki polisi, jejak aktivitasnya sebelum ditemukan tewas di Bandara Juanda perlahan mulai tersusun berdasarkan keterangan keluarga dan rekan kerjanya.
Salah satu titik krusial dalam mengungkap misteri kematian ASN Bangkalan adalah perjalanan mobil dinas yang membawa RYS hingga masuk ke kawasan Bandara Juanda. Keberadaan mobil tersebut di lokasi kejadian menjadi salah satu kunci yang tengah ditelusuri aparat untuk memastikan kronologi sebenarnya. Berikut jejak aktivitas RYS tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia:
Kamis (18/6/2026): Keluar Rumah, Tak Masuk Kantor, Ada di Pujon
Pada Kamis pagi, RYS keluar rumah seperti biasa. Namun, pada hari itu ia tidak masuk kantor. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim berdasarkan informasi dari sejumlah staf di Dinas PRKP. Namun, hingga kini belum diketahui alasan RYS tidak masuk kerja.
Korban diketahui terakhir menghadiri acara resmi pada Rabu (17/6/2026) malam dalam kegiatan pisah sambut Dandim Bangkalan di Pendapa Agung.
"Malam Kamis (Rabu malam) masih ada di sini (pendapa agung) dalam kegiatan pisah sambut Pak Dandim. Sementara belum ada (kegiatan luar kota), karena sering kali kegiatan kami berkoordinasi dengan pihak provinsi. Tapi sementara secara tugas khusus, belum ada dari pihak kami," terang Lukman, dikutip dari Kompas.com pada Senin (29/6/2026).
Kepala Dinas PRKP Bangkalan Roniyun Hamid juga memastikan RYS tidak sedang menjalankan tugas dinas ke luar kota.
"Tidak berpamitan ke luar kota, penugasan kantor juga tidak," imbuh Roniyun.
Lalu pada Kamis malam, RYS menghubungi keluarganya dan mengabarkan sedang berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Ia juga mengirimkan foto saat berada di depan sebuah toko buah.
Jumat (19/6/2026): Muncul Video Bersama Pria
PROMOTED CONTENT
Misteri kematian ASN Bangkalan seputar RYS pada Jumat (19/6/2026) terungkap melalui video berdurasi 33 detik yang beredar di sejumlah grup WhatsApp. Video tersebut berisi kolase foto dan video kebersamaan RYS dengan seorang pria berkacamata yang mengenakan kaus biru bergaris merah putih di bagian dada.
"Dari kacamata pribadi, saya cocok. Ada kesesuaian pada rambut, kacamata, lebar dahi, kaos. Paling mencolok itu pada gagang kacamata ada tanda kuning, apalagi kaos paling cocok," kata kuasa hukum keluarga RYS, Risang Bima Wijaya.
Menurut Risang, sosok perempuan dalam video tersebut dipastikan merupakan RYS.
"Ponsel korban ada di tangan penyidik, betul itu adalah korban. Kemudian tertulis di situ Oppo A9, betul ponsel korban, diunggahnya tanggal 19 Juni 2026, berarti hari Jumat dan lokasinya di Alun-alun Kota Batu," jelas Risang.
Meski demikian, ia menegaskan belum bisa memastikan pria dalam video tersebut merupakan pelaku.
"Kalau saya pribadi kaos cocok, tapi saya tidak bisa mengatakan pria itu pelakunya sebelum orang itu ditangkap dan mengatakan, betul bahwa ia pelaku dan apa motifnya," tandas Risang.
Sabtu (20/6/2026): Hilang Kontak, Mobil Masuk Bandara Juanda
Pada Sabtu pagi, RYS masih sempat menghubungi suaminya. Setelah itu, ia tidak lagi bisa dihubungi. Keluarga menduga peristiwa yang merenggut nyawa RYS terjadi pada hari itu. Dugaan tersebut diperkuat rekaman CCTV di pintu masuk parkir Bandara Juanda sekira pukul 16.00 WIB.
Rekaman menunjukkan mobil dinas yang kemudian menjadi lokasi ditemukannya jasad RYS masuk ke area bandara dengan seorang pria berada di kursi pengemudi. Sementara kursi penumpang depan direbahkan.
"Ternyata ada (sopir) yang membawa masuk, ada orang lain dari kursi pengemudi yang mengambil tiket. Jok depan kiri direbahkan, di situ tempat duduk jenasah dalam posisi kaki menekuk," jelas Risang.
Kuasa hukum keluarga itu menduga RYS sudah meninggal saat dibawa masuk ke Bandara Juanda.
"Dugaan kami, Ibu RYS saat dibawa masuk ke bandara sudah dalam keadaan meninggal. Jadi memang sengaja dibawa masuk dan dibuang di bandara bersama mobilnya. Wajah sopir pakai masker pada CCTV loket parkir masuk bandara, tetapi wajah (sopir) nya jelas di CCTV saat berada di Malang," bebernya.
PROMOTED CONTENT
Rabu (24/6/2026): Ditemukan Tewas di Mobil Dinas
Pada Rabu, jasad RYS ditemukan di dalam mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP yang terparkir di jalur menuju Terminal 1 Bandara Juanda. Korban ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap sehingga mengundang perhatian para sopir taksi yang melintas.
Proses evakuasi dilakukan bersama Basarnas Surabaya dan berlangsung sekira 30 menit sebelum jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk diperiksa.
Ketua Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini mengatakan pemeriksaan luar menemukan luka robek pada telinga kiri yang diduga disebabkan oleh kekerasan benda tajam.
"Selain itu, ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta perubahan warna kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah," ungkapnya.
Menurut dia, temuan tersebut lazim dijumpai pada korban yang mengalami mati lemas atau asfiksia.
"Kelainan ini lazim ditemukan pada kondisi mati lemas atau asfiksia," kata Wiatini.
Pemeriksaan dalam juga menemukan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, serta dinding lambung. Selain itu, seluruh organ tubuh korban telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
"Dari hasil pemeriksaan, perkiraan waktu kematian lebih dari 48 jam (2 hari)," ujarnya memungkasi.
Melansir Surya.co.id pada Senin (29/6/2026), misteri kematian ASN Bangkalan ini menjadi sorotan publik hingga Bupati Bangkalan Lukman Hakim mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku. (*)