Mau Ditangkap, Benjamin Netanyahu Minta Zohran Mamdani Jadi Walikota untuk Muslim Hingga Yahudi

Mau Ditangkap, Benjamin Netanyahu Minta Zohran Mamdani Jadi Walikota untuk Muslim Hingga Yahudi

  • Netanyahu memastikan hadir di PBB meski sempat diancam ditangkap oleh Wali Kota New York.

  • Wali Kota Zohran Mamdani mengakui tidak memiliki wewenang hukum untuk mengeksekusi surat penangkapan ICC.

  • Netanyahu menuduh retorika Mamdani memicu kebencian dan merusak rasa aman warga Yahudi New York.

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan komitmennya untuk melenggang ke New York dalam rangka Sidang Umum PBB musim gugur ini. Langkah berani tersebut diambil meskipun Wali Kota New York, Zohran Mamdani, sempat melontarkan ancaman penangkapan terhadap dirinya.

Netanyahu secara terbuka menyindir retorika sang wali kota yang dianggap membakar tensi sosial di tengah maraknya aksi kekerasan lokal. Ia menilai pimpinan kota tersebut gagal merangkul seluruh elemen warga dan justru memicu perpecahan antarkelompok.

"Dia seharusnya menjadi wali kota bagi seluruh warga New York, umat Yahudi, Nasrani, Muslim, semua orang, tetapi dia mencoba membenturkan satu kelompok dengan kelompok lainnya," kata Netanyahu, dikutip dari BBC, Senin (27/7/2026).

Zohran Mamdani (Instagram/zohrankmamdani)
Zohran Mamdani (Instagram/zohrankmamdani)

Pernyataan menohok tersebut dilontarkan Netanyahu merespons insiden penikaman terpisah yang menimpa seorang pria Yahudi dan warga keturunan Asia di New York. Aksi kriminal yang berlandaskan motif kebencian itu kini membuat komunitas Yahudi setempat berada dalam bayang-bayang ketakutan.

Dalam wawancaranya bersama Fox News pada hari Minggu, Netanyahu secara tegas mengaku tidak gentar sedikit pun dengan gertakan awal Mamdani.

"Tidak khawatir."

Perselisihan ini memuncak setelah Mamdani secara terbuka melabeli Netanyahu sebagai penjahat perang atas operasi militer di Gaza.

Sebelumnya, Mamdani berjanji bakal mengeksekusi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang terbit sejak 2024.

Namun, politisi pendukung hak-hak Palestina itu akhirnya terpaksa merawat ekspektasi publik setelah membentur tembok aturan hukum.

Setelah melakukan kajian legal, pihak otoritas kota menyadari bahwa mereka tidak memiliki jurisdiksi mandiri untuk menahan kepala negara asing.

"Kami tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk menegakkan surat perintah ini," kata Mamdani.

Meski begitu, Mamdani tetap mendesak pemerintah federal AS untuk mengambil tindakan tegas dan melarang kedatangan sang pemimpin Israel.

"Benjamin Netanyahu tidak disambut di Kota New York," kata Mamdani.

Pihak Balai Kota New York sendiri belum memberikan tanggapan resmi balasan terkait kritik pedas yang dilayangkan Netanyahu.

Sementara itu, Israel berulang kali membantah tuduhan kejahatan perang di Gaza yang disematkan oleh badan peradilan dunia tersebut.

Detik-detik Orang Israel Bakar Masjid Tepi Barat Palestina, Api Lalap Pintu Hingga Bangunan
Bisnis Merchant Tumbuh, Transaksi QRIS Meningkat Berkat Transformasi Digital BRI
Bekaci | Senin, 27 Juli 2026 | 17:05 WIB
Nyawa Dibayar Ayam Sabung: Alarm Keras untuk Penegakan Hukum dan Nurani Kita
Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 17:05 WIB
Ekshumasi Jadi Opsi! Polisi Bakal Bongkar Makam Sutrimo Demi Ungkap Tabir Kematian
News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:02 WIB
Rupiah dan Saham Melemah Imbas Gubernur BI Mundur, Ini Langkah Prioritas Pejabat Sementara
News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:01 WIB
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
Jogja | Senin, 27 Juli 2026 | 17:00 WIB
Review Buku Bored: Petualangan Rita Melawan Kebosanan dengan Imajinasi
Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 17:00 WIB
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara
Sumbar | Senin, 27 Juli 2026 | 16:57 WIB
IHSG Ditutup Runtuh Dengar Kabar Perry Warjiyo Mundur
Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 16:55 WIB
  • Netanyahu memastikan hadir di PBB meski sempat diancam ditangkap oleh Wali Kota New York.

  • Wali Kota Zohran Mamdani mengakui tidak memiliki wewenang hukum untuk mengeksekusi surat penangkapan ICC.

  • Netanyahu menuduh retorika Mamdani memicu kebencian dan merusak rasa aman warga Yahudi New York.

Netanyahu bahkan secara terang-terangan menyebut seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya sebagai hal yang tidak berdasar.

Eskalasi ketegangan politik ini merupakan dampak panjang dari invasi militer Israel ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

Operasi militer tersebut diluncurkan usai serangan militan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang serta menyandera 251 warga.

Sejak saat itu, serangan balasan Israel telah merenggut lebih dari 73.000 nyawa warga Gaza, termasuk di antaranya 21.000 anak-anak.

Data korban jiwa yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Gaza tersebut dinilai valid dan diakui secara resmi oleh PBB.

Gak Ada Takut-takutnya, Benjamin Netanyahu ke Sidang Umum PBB Meski Terancam Ditangkap
News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:22 WIB
Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon
News | Senin, 27 Juli 2026 | 06:59 WIB
7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
Tekno | Senin, 27 Juli 2026 | 17:10 WIB
Persija Bantah IPO, Tegaskan Belum Ajukan Pencatatan Saham ke BEI
Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 17:09 WIB
Mau Ditangkap, Benjamin Netanyahu Minta Zohran Mamdani Jadi Walikota untuk Muslim Hingga Yahudi
News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:06 WIB