Jelang Serah Terima, Huntap untuk Penyintas Banjir Aceh Utara Belum Dialiri Listrik

Jelang Serah Terima, Huntap untuk Penyintas Banjir Aceh Utara Belum Dialiri Listrik

LHOKSUKON, KOMPAS.com – Penyintas banjir di Desa Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mendesak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI memasang saluran listrik ke lokasi hunian tetap untuk mereka.

Sebab, pekan depan direncankan penyerahan hunian tetap untuk ditempati korban banjir di pedalaman Kabupaten Aceh Utara itu.

Salah seorang penyintas banjir, Nurdin kepada Kompas.com, Senin (27/7/2026) mengaku sudah menerima informasi dari kontrakor pembangunan bahwa rumah yang akan ditempati telah rampung dikerjakan.

“Masalahnya hanya listrik dan air bersih. Kami harap bisa segera dibangun jaringan listrik dan air bersih agar segera ditempati saat serah terima. Sudah sembilan bulan kami duduk di pengungsian,” katanya.

Dia berharap, persoalan itu segera diselesaikan.

Direktur CV Raya Engenering Kabupaten Aceh Utara, Reza Angkasah menyebutkan, 80 unit huntap tahap pertama diserahkan pekan depan kepada warga terdampak bencana. 

Sisanya, yakni 50 unit lagi masih menunggu proses penimbunan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

“Bangunan kami sudah rampung sesuai kontrak. Langsung bisa diserahkan pekan depan. Hanya saja, listrik dan air kewenangan pemerintah belum dipasang,” ujarnya.

Dia juga berkali-kali bertemu dengan penyintas banjir. “Penyintas banjir maunya segera siap dan langsung ditempati. Karena selama ini berada di hunian sementara,” katanya.

Sementara itu, Manajer PT PLN UP3 Lhokseumawe Husni menyebutkan, timnya menunggu intruksi dari pemerintah pusat untuk pemasangan sambungan listrik ke hunian tetap penyintas banjir.

“Kami menunggu intruksi dari ESDM dan pusat untuk penyambungan sambungan listrik ke hunian tetap. Mekanismenya memang begitu,” ujar dia. 

Adapun dari 8.000 hunian tetap penyintas banjir yang dibutuhkan di Kabupaen Aceh Utara, baru 300 unit rampung dikerjakan.

Sebanyak 110 di antaranya telah ditempati. Hunian tetap khusus diberikan untuk penyintas banjir yang rumahnya hilang atau hancur saat bencana 26 November 2025 lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang