Harimau Terkam Bocah hingga Tewas di Pelalawan Masih Berkeliaran, BKSDA Ungkap Perubahan Perilaku

Harimau Terkam Bocah hingga Tewas di Pelalawan Masih Berkeliaran, BKSDA Ungkap Perubahan Perilaku

PEKANBARU, KOMPAS.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim untuk menangani konflik harimau sumatera dengan manusia di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Harimau sumatera itu menerkam seorang gadis kecil, JZ (12). Korban tewas dengan luka di leher kiri dan kanan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan bahwa anggotanya sampai saat ini masih berada di lokasi kejadian.

Petugas mengambil beberapa langkah penanganan. Yang paling utama adalah mengevakuasi keluarga korban dari lokasi kejadian ke tempat yang lebih aman.

Sebab, harimau tersebut masih berada di seputaran pondok lokasi kejadian. Dari ukuran jejak, harimau itu sudah dewasa.

"Petugas masih berada di lokasi untuk memantau keberadaan harimau sumatera. Dari ukuran jejaknya harimau sudah dewasa, tapi belum bisa kami pastikan usianya karena harimau baru terlihat dari drone thermal pada malam hari," kata Supartono saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (11/7/2026).

Perubahan Perilaku

Supartono menyebut, tim di lapangan masih menemukan harimau berkeliaran di sekitar pondok lokasi kejadian.

Setelah menerkam manusia, kata dia, terjadi perubahan perilaku pada hewan buas dilindungi itu.

Beberapa kali petugas melakukan penghalauan, harimau masih tidak mau pergi dari lokasi.

"Informasi dari tim di lapangan, ada sedikit perubahan perilaku pada harimau. Biasanya kan harimau kalau diusir dengan suara-suara petasan dia akan pergi. Tapi, kemarin beberapa kali dibunyikan suara petasan, dia tidak menghiraukan. Biasanya harimau akan mengalami perubahan perilaku kalau sudah menerkam manusia. Tim akan terus melakukan pemantauan," kata Supartono.

Langkah Evakuasi

Jika harimau bersikukuh tidak mau pergi, BBKSDA Riau akan mengambil tindakan evakuasi.

Petugas akan memasang kandang perangkap untuk menangkap harimau, lalu dipindahkan ke tempat yang lebih jauh.

"Langkah terakhir adalah penyelamatan, dievakuasi ke tempat yang jauh, supaya tidak terjadi lagi konflik dengan manusia," tutur Supartono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang