Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW

Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW

TEHERAN - Media pemerintah Iran melaporkan jutaan pelayat, termasuk delegasi dari puluhan negara asing, telah hadir dalam prosesi pemakaman almarhum mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi ini dimulai sejak Sabtu pekan lalu hingga puncak pemakamannya di Mashhad pada 9 Juli nanti.

Khamenei meninggal bersama empat anggota keluarganya pada hari pertama agresi gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel 28 Februari. Agresi inilah yang memicu perang yang meluas di Timur Tengah.

Meski meninggal pada 28 Februari, proses pemakamannya telah tertunda berbulan-bulan karena Iran sedang perang melawan AS dan Israel. Selama lebih dari 100 hari, jenazah Khamanei diawetkan.

Pakar kontra-terorisme, Dr Mohammed Omar, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa pengawetan jenazah Khamenei kemungkinan menggunakan metode pendinginan.

"Mekanismenya hampir pasti adalah penyimpanan berpendingin, bukan pembalseman, karena Islam melarang pembalseman kimia," katanya.

"Hukum Syiah mengizinkan penundaan penguburan dan pengawetan dengan suhu dingin dalam kasus-kasus luar biasa, dan pengecualian ulama untuk Pemimpin Tertinggi mudah didapatkan," imbuh dia.

"Kamar mayat forensik Iran sudah menyimpan jenazah selama berbulan-bulan, jadi empat bulan dalam kondisi beku bukanlah hal yang aneh. Itulah yang tercakup dalam 'standar agama dan hukum'," kata Mohammed.