1. Latihan gabungan menguji sistem otomatis
2. Du Wenlong menjelaskan pergeseran operasi lapangan
3. Rekaman latihan menampilkan DF-26 dan varian baru
Selain DF-17, rekaman itu juga memperlihatkan sejumlah kendaraan taktis yang bergerak bersamaan, termasuk rudal jarak menengah Dongfeng-26 (DF-26). Rudal dengan jangkauan hingga 5.740 kilometer tersebut dikenal dengan julukan “pembunuh Guam”, meski proses peluncurannya tak ditampilkan dalam tayangan.
Menurut analisis Wenlong, gambar-gambar sebelumnya memperlihatkan DF-26 menggunakan metode cold launch, yakni mesin utama baru menyala setelah rudal terlontar ke udara. Sistem tersebut digunakan untuk melindungi kendaraan peluncur, memperpanjang usia pakai peralatan, dan memungkinkan pengangkutan muatan yang lebih berat.
Rekaman itu juga menampilkan rudal yang menyerupai DF-26 dengan tambahan sirip kecil di dekat hulu ledak. Wenlong menduga komponen tersebut merupakan bagian dari varian upgrade terbaru yang membantu perlambatan, koreksi arah, dan manuver terminal untuk menembus pertahanan target yang bergerak atau lebih kompleks. Sementara itu, DF-17 tetap menggunakan desain aerodinamika waverider.
Mantan instruktur senior PLA, Song Zhongping, menjelaskan bahwa sistem persenjataan tersebut tampaknya telah beroperasi penuh selama beberapa waktu.
“Segmen tersebut menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk meluncurkan di mana saja kapan saja, tanpa bergantung pada situs tetap, yang merupakan faktor kunci dalam meningkatkan deterrence,” katanya, dikutip SCMP.
Song menilai kemampuan tersebut menjadi salah satu bagian dari perkembangan keluarga rudal Dongfeng yang selama enam dekade telah berkembang menjadi sistem serangan komprehensif dengan opsi nuklir maupun konvensional yang rutin dipakai dalam latihan multi-domain.