Asesor UNESCO Kagumi Geopark Maros-Pangkep: Anda Tinggal di Salah Satu Tempat Terbaik di Dunia

Asesor UNESCO Kagumi Geopark Maros-Pangkep: Anda Tinggal di Salah Satu Tempat Terbaik di Dunia

MAROS, KOMPAS.com – Asesor UNESCO Global Geopark asal Korea Selatan, Soojae Lee, mengaku terkesan dengan kekayaan alam dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Bahkan, ia menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu tempat terbaik di dunia.

Pernyataan itu disampaikan Soojae saat proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGG) Maros-Pangkep yang tengah berlangsung.

Menurut dia, kawasan tersebut memiliki kombinasi warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang sulit ditemukan di banyak tempat lain.

"Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Anda memiliki warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang sangat istimewa. Kalian adalah orang-orang yang hidup di salah satu tempat terbaik di dunia," ujar Soojae, Minggu (2/8/2026).

Ia juga memuji kemampuan Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep dalam melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan tersebut.

Meski keputusan akhir mengenai status Green Card berada di tangan dewan penilai UNESCO, Soojae menilai pengelolaan Geopark Maros-Pangkep telah berjalan ke arah yang baik.

"Jika seluruh upaya pelestarian ini terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak perlu terlalu mengkhawatirkan status tersebut. Yang terpenting adalah terus menjaga dan mengelola geopark ini dengan baik," katanya.

Pemkab Optimistis Pertahankan Status UNESCO

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros Suwardi Sawedi mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai upaya agar Maros-Pangkep tetap menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.

Menurut dia, kawasan karst Maros-Pangkep merupakan gugusan karst terbesar dan terpanjang kedua di dunia setelah China Selatan.

"Kita sudah siapkan segala upaya dan daya untuk melakukan revalidasi agar Maros-Pangkep bisa tetap menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Ini bagian dari warisan dunia yang luar biasa," ujar Suwardi.

Selain menjaga kelestarian alam, Pemkab Maros juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan UMKM di kawasan wisata seperti Bantimurung, Leang-Leang, dan Rammang-Rammang.

Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Sekretariat Komite Nasional Geopark Indonesia, Togu Santoso Pardede, mengatakan revalidasi yang dilakukan setiap empat tahun bertujuan memastikan pengelolaan geopark terus berkembang.

"Asesor bahkan heran melihat pemahaman dari tingkat gubernur sampai bawah paham betul tentang konsep geopark. Kunci dari geopark adalah pemahaman, komitmen, dan kolaborasi semua pihak," ujarnya.

Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Industri Pariwisata Disbudpar Sulawesi Selatan Andi Zulkarnaen pun optimistis Maros-Pangkep dapat kembali memperoleh Green Card dari UNESCO.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang