PANDEGLANG, KOMPAS.com - Bangunan SDN Padahayu 2, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga kini belum mendapat program revitalisasi walaupun dalam kondisi rusak.
Salah satu penyebabnya, jumlah peserta didik di sekolah tersebut hanya 57 orang sehingga belum memenuhi syarat prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Sutoto, mengatakan SDN Padahayu 2 sebenarnya telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Namun, usulan tersebut belum terealisasi karena sekolah dengan jumlah siswa di bawah 100 orang belum menjadi prioritas penerima program revitalisasi.
"SDN Padahayu 2 sudah masuk usulan revitalisasi ke kementerian. Namun, salah satu syarat prioritas adalah jumlah siswanya minimal 100 orang, sedangkan sekolah ini hanya memiliki 57 siswa," kata Sutoto kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/7/2026), malam.
Solusi Sementara
Menurut Sutoto, untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar tidak lagi dipusatkan di ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.
Siswa akan dipindahkan ke tiga ruang kelas lain yang kondisinya masih layak digunakan.
Menurutnya, hal itu dilakukan agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran, sekolah menerapkan sistem shift.
"Anak-anak sementara dipindahkan ke gedung sebelah yang memiliki tiga ruang kelas dengan kondisi baik. Pembelajaran dilakukan secara bergiliran atau shift," kata dia.
Prioritas Pemkab
Meski belum memperoleh bantuan dari pemerintah pusat, Sutoto memastikan perbaikan SDN Padahayu 2 tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Sutoto mengatakan, sekolah ini akan diupayakan diperbaiki menggunakan APDB Pandeglang jika tidak kunjung diperbaiki oleh Kemendikdasmen.
"Kalau sampai Perubahan Anggaran 2026 bantuan revitalisasi dari kementerian belum turun, sekolah ini akan kami prioritaskan menggunakan APBD Perubahan," kata Sutoto.
Ia menambahkan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi SDN Padahayu 2 bersama Bupati Pandeglang pada Jumat.
Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di SDN Padahayu 2 berlangsung dalam kondisi memprihatinkan.
Siswa kelas V dan VI, misalnya, belajar di lantai tanpa kursi dan kondisi ruangan yang rusak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang