Gramedia Jalma Buka Rumah Kedua di Semarang, Hadirkan Ruang Literasi yang Inklusif

Gramedia Jalma Buka Rumah Kedua di Semarang, Hadirkan Ruang Literasi yang Inklusif

Grid.

ID — Gramedia Jalma resmi membuka rumah keduanya di kawasan Pandanaran, Semarang. Mengusung tema #JumpaDiJalma: Membaca, Menulis, Bertemu.

Selaras dengan temanya, Jalma menghadirkan ruang perjumpaan yang tumbuh dari kecintaan pada buku—tempat orang membaca, menulis, berbincang, menikmati karya, dan membangun komunitas. Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi, ketika semakin banyak interaksi berlangsung melalui layar, ruang untuk benar-benar bertemu menjadi semakin berharga.

Jalma mengajak setiap orang kembali menikmati pengalaman yang sederhana namun bermakna: membuka dan membaui halaman buku, meluangkan waktu untuk berdialog, menemukan gagasan baru, dan membangun hubungan antarmanusia.

Setelah diperkenalkan pertama kali di Melawai, Jakarta, Semarang dipilih sebagai rumah kedua karena tumbuh sebagai kota dengan ekosistem pendidikan, komunitas, dan kreativitas yang semakin dinamis. Melalui Jalma, Gramedia menghadirkan ruang yang menghubungkan literasi dengan seni, musik, diskusi, lokakarya, dan berbagai aktivitas komunitas—membuka peluang lahirnya percakapan, kolaborasi, dan kreativitas baru.

Immaculata Adhista, mewakili Gramedia Jalma, mengatakan, “Kami percaya buku selalu mampu mempertemukan orang dengan gagasan baru, dan setiap perjumpaan layak memiliki ruangnya
sendiri. Jalma hadir sebagai ruang untuk membaca, menulis, dan bertemu. Kami berharap Jalma Semarang tumbuh bersama masyarakat—menjadi tempat yang nyaman bagi komunitas, sekaligus
ruang bagi anak-anak dan keluarga untuk menikmati waktu bersama melalui buku.”

Sebagai bagian dari grand opening, Gramedia Jalma menghadirkan diskusi Membaca Kota, Menulis Perjumpaan yang mempertemukan perspektif dari dunia arsitektur, penerbitan, dan komunitas kreatif. Diskusi ini mengangkat bagaimana ruang literasi dapat kembali menjadi bagian penting dalam kehidupan kota.

Antonius Arya dari Smiljan & SPOA Architecture mengatakan, “Perubahan gaya hidup masyarakat di kota besar mendorong adanya kebutuhan akan ruang dengan aktivitas yang beragam dalam satu tempat. Smiljan dan SPOA Architecture merancang Gramedia Jalma untuk menciptakan ruang
yang inklusif dan nyaman bagi berbagai kalangan, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan serta gaya hidup beragam pengunjung."

Noni Mira Timotius, Vice General Manager Penerbit Gramedia, menambahkan, “Pengalaman membaca sering kali dimulai dari keluarga. Kehadiran ruang yang ramah bagi anak membuat buku tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga pengalaman yang dinikmati bersama oleh orang tua dan anak.”

Sementara itu, Tries Supardi dari Semarang Creative Consortium berharap kehadiran Jalma dapat memperkaya ekosistem kreatif kota. "Semoga Jalma menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun
untuk saling bertemu, berbagi gagasan, dan melahirkan kolaborasi-kolaborasi baru di Semarang."

Rangkaian grand opening dilanjutkan dengan berbagai workshop, aktivitas interaktif, dan sesi jejaring yang dapat diikuti pengunjung dari berbagai usia. Perayaan kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Efek Rumah Kaca yang menghadirkan suasana hangat, merayakan perjumpaan melalui musik,
cerita, dan kebersamaan.

Melalui kehadirannya di Semarang, Gramedia Jalma berharap menjadi ruang yang tumbuh bersama kota: tempat anak menemukan buku pertamanya, keluarga menikmati waktu bersama, komunitas
bertukar perspektif, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak—membaca, menulis, lalu kembali bertemu.

Karena pada akhirnya, yang dirayakan bukan sekadar sebuah toko, melainkan ruang bagi lahirnya kemungkinan-kemungkinan baru dari setiap perjumpaan. (*)


PROMOTED CONTENT