Merawat Warisan Budaya Lewat Pameran Kawan Nusantara 2026

Merawat Warisan Budaya Lewat Pameran Kawan Nusantara 2026

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhelatan Kawan Nusantara kembali diselenggarakan untuk keenam kalinya pada 23-24 Juli 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta.

Diinisiasi oleh jenama perhiasan Tulola, pameran ini mengusung tema besar bertajuk "Evolusi: Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom".

Acara tahunan ini hadir sebagai ekosistem kreatif yang mempertemukan seni, budaya, kriya, serta inovasi dari berbagai kreator lokal tanah air.

Tema evolusi menjadi pilar utama yang menggerakkan seluruh elemen pameran, merangkum perjalanan adaptasi warisan budaya di tengah dinamika zaman.

Menyelaraskan perjalanan evolusi dan warisan budaya di Kawan Nusantara 2026

Mengapa tema "evolusi" dipilih?

Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola, Sri Luce Rusna (kiri) dan Founder & Creative Conceptor Tulola, Happy Salma (kanan), di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola, Sri Luce Rusna (kiri) dan Founder & Creative Conceptor Tulola, Happy Salma (kanan), di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pemilihan tema evolusi lahir dari proses perenungan mendalam terkait berbagai dinamika yang mewarnai kehidupan masyarakat belakangan ini.

Transformasi tersebut tidak sekadar menyentuh ranah berkesenian, tetapi juga ruang batin para pelaku kreatifnya.

"Tahun ini rasanya sangat relevan untuk membuka dialog mengenai evolusi. Tentang apa maknanya, tentang sebuah transformasi, dan juga pertumbuhan," ungkap Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola, Sri Luce Rusna, di lokasi, Kamis (23/7/2026).

Proses bertumbuh tersebut diyakini tidak hanya menyentuh ranah kreativitas visual secara teknis. Adaptasi ini meresap ke dalam berbagai aspek kehidupan spiritual sang kreator.

Merajut memori leluhur dan refleksi masa depan

(kiri-kanan) Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola Sri Luce Rusna, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk Hera F. Haryn, arsitek dan kurator Trianzani Sulshi, seniman Kadek Dwi Darmawan, Founder & Creative Conceptor Tulola, Happy Salma, dan Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
(kiri-kanan) Founder, Principal Designer & Creative Director Tulola Sri Luce Rusna, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk Hera F. Haryn, arsitek dan kurator Trianzani Sulshi, seniman Kadek Dwi Darmawan, Founder & Creative Conceptor Tulola, Happy Salma, dan Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, di pameran Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pesan evolusi tersebut diwujudkan secara nyata melalui kolaborasi lintas disiplin untuk merancang ruang instalasi khusus.

Memadukan replika ornamen tradisional subeng dengan elemen kinetik yang diperbesar, instalasi ini mengajak pengunjung merenungkan arah pergerakan budaya masyarakat.

"Evolusi itu bukan hanya tentang pertumbuhan. Tapi kalau saya percayanya malah tentang dialog yang terjadi antara memori dan masa depan," kata arsitek dan kurator, Trianzani Sulshi.

Ruang ini dirancang agar publik bisa mengambil waktu sejenak untuk mengkonstruksi pemikiran mereka tentang perjalanan sebuah sejarah peradaban.

"Sehingga itu bisa menjadi wadah kontemplasi sebenarnya untuk teman-teman yang hadir nanti di sana, melihat bagaimana sih evolusi yang terjadi di subeng dan implikasinya," terang Trianzani.