World Gold Council Ungkap Nasib Permintaan Emas Perhiasan Indonesia

World Gold Council Ungkap Nasib Permintaan Emas Perhiasan Indonesia

Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia yang terus berada di level tinggi mulai menekan permintaan emas perhiasan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas perhiasan global mengalami penurunan pada kuartal II 2026 seiring konsumen mengurangi pembelian dan memilih produk dengan bobot lebih ringan.

Dalam laporan Gold Demand Trends Q2 2026, WGC mencatat permintaan emas perhiasan global merosot 17% secara year on year (yoy) pada kuartal II 2026.

Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan mengatakan kenaikan harga emas telah mengubah perilaku konsumen. Tingginya harga membuat pembeli cenderung mengurangi volume pembelian atau beralih ke perhiasan dengan bobot dan kadar emas lebih rendah.

Tekanan serupa terjadi di Indonesia. Permintaan emas perhiasan di dalam negeri turun 10% secara year on year (yoy) pada kuartal II 2026. Penurunan tersebut memperpanjang tren pelemahan permintaan yang telah berlangsung selama 13 kuartal berturut-turut.

Menurut Shaokai Fan, ketidakpastian kondisi ekonomi membuat konsumen Indonesia semakin mempertimbangkan harga ketika membeli perhiasan. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya pilihan terhadap produk dengan kadar emas lebih rendah.

Tren tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terlihat di sejumlah negara ASEAN. Kondisi ini turut menekan total volume permintaan emas perhiasan sepanjang semester I 2026.

Investasi Emas Indonesia Justru Menguat

Berbeda dengan pasar perhiasan, permintaan emas untuk investasi di Indonesia justru menunjukkan kinerja yang kuat.

WGC mencatat permintaan emas batangan dan koin di Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 15 ton, meningkat 40% secara year on year (yoy). Kinerja tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar investasi emas dengan pertumbuhan terkuat secara global pada periode tersebut.

Shaokai Fan menilai penguatan permintaan investasi emas menunjukkan adanya perubahan cara investor Indonesia memandang emas. Investor tidak lagi semata-mata membeli emas untuk merespons pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi mulai menjadikannya sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.

Kondisi tersebut semakin kuat di tengah pelemahan rupiah dan ketidakpastian prospek ekonomi domestik. Emas dinilai semakin menarik sebagai aset yang dapat digunakan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Di pasar domestik, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bergerak fluktuatif pada pekan perdagangan 27 Juli–2 Agustus 2026.

WGC

Emas

World Gold Council

Emas Perhiasan

Pada Senin (27/7/2026), harga emas Antam naik Rp 10.000 menjadi Rp 2,622 juta per gram dari Rp 2,612 juta per gram. Harga buyback juga meningkat Rp 18.000 menjadi Rp 2,370 juta per gram.

Harga emas kemudian turun Rp 9.000 pada Selasa (28/7/2026) menjadi Rp 2,613 juta per gram. Harga buyback pada hari yang sama turun Rp 9.000 menjadi Rp 2,361 juta per gram.

Penurunan berlanjut pada Rabu (29/7/2026), ketika harga emas Antam terkoreksi Rp 12.000 menjadi Rp 2,601 juta per gram. Harga buyback turun Rp 15.000 menjadi Rp 2,346 juta per gram.

Pada Kamis (30/7/2026), harga emas Antam kembali menguat Rp 15.000 menjadi Rp 2,616 juta per gram. Harga buyback naik lebih tinggi, yakni Rp 35.000 menjadi Rp 2,381 juta per gram.

Penguatan berlanjut pada Jumat (31/7/2026), dengan harga emas Antam naik Rp 7.000 menjadi Rp 2,623 juta per gram. Harga buyback turut meningkat Rp 17.000 menjadi Rp 2,398 juta per gram.

Namun, harga emas Antam kembali turun pada Sabtu (1/8/2026), yakni Rp 20.000 menjadi Rp 2,603 juta per gram. Sementara itu, harga buyback justru naik Rp 30.000 menjadi Rp 2,368 juta per gram.

Secara keseluruhan, harga emas Antam turun Rp 19.000 atau sekitar 0,72% selama periode tersebut, dari Rp 2,622 juta per gram pada awal pekan menjadi Rp 2,603 juta per gram pada akhir pekan.

Sementara itu, harga buyback turun Rp 2.000 dari Rp 2,370 juta menjadi Rp 2,368 juta per gram.

Emas

World Gold Council

Emas Perhiasan