Table of Content
1. Beban kanker naik, tetapi tidak semua risikonya di luar kendali
Kenaikan kasus kanker dipengaruhi banyak hal, termasuk pertambahan dan penuaan populasi. Namun, WHO dan International Agency for Research on Cancer (IARC) menekankan bahwa faktor risiko yang bisa diubah tetap punya peran besar.
Dalam laporan terbaru, hampir 4 dari 10 kasus kanker global dikaitkan dengan faktor yang dapat dicegah, terutama infeksi seperti human papillomavirus (HPV), hepatitis B dan C, Helicobacter pylori, konsumsi alkohol, penggunaan tembakau, indeks massa tubuh tinggi, serta kurang gerak.
Sebuah analisis global dalam Nature Medicine pada 2026 memperkirakan 7,1 juta dari 18,7 juta kasus kanker baru pada 2022 berkaitan dengan 30 faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Proporsinya lebih tinggi pada laki-laki, yaitu 45,4 persen, dibandingkan 29,7 persen pada perempuan. Faktor penyumbang terbesar adalah merokok, infeksi, dan konsumsi alkohol.
Pencegahan tetap penting. Walaupun tidak semua kanker bisa dicegah karena usia, genetik, dan faktor biologis, tetapi mengurangi rokok, alkohol, paparan polusi, kelebihan berat badan, pola makan tidak sehat, kurang gerak, serta meningkatkan vaksinasi HPV dan hepatitis B dapat menurunkan risiko pada tingkat individu dan populasi.