New York, Beritasatu.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (31/7/2026), dipimpin lonjakan saham sektor semikonduktor dan reli besar Microsoft.
Optimisme tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang selama ini membebani sentimen saham-saham teknologi.
Saham Microsoft melonjak lebih dari 15%, sehingga kapitalisasi pasarnya bertambah sekitar US$ 450 miliar. Kenaikan ini menjadi penambahan nilai pasar harian terbesar yang pernah dicatat sebuah perusahaan di Wall Street.
Indeks S&P 500 naik 1,66% menjadi 7.437,63. Indeks Nasdaq melonjak 2,78% ke level 25.122,18, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 1,19% menjadi 52.208,06.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, tujuh sektor ditutup di zona hijau. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan penguatan 5,2%, disusul sektor consumer discretionary yang naik 1,6%.
Sepanjang tahun ini, investor cenderung berhati-hati terhadap tingginya belanja AI yang dilakukan perusahaan teknologi besar. Pekan lalu, laporan arus kas negatif Alphabet dan Tesla sempat memicu aksi jual saham-saham yang terkait AI, termasuk sektor semikonduktor, karena investor mempertanyakan valuasi yang dinilai sudah terlalu tinggi.
"Ini merupakan saham-saham yang menjadi medan pertarungan investor. Mereka masih belum yakin apakah imbal hasil dari belanja modal AI yang sangat besar benar-benar akan sepadan," ujar Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, dilansir dari Reuters.
Menurutnya, kinerja Microsoft yang kuat berpotensi mengubah persepsi pasar sehingga perusahaan tersebut dapat menjadi salah satu emiten AI yang paling dipercaya investor.
Penguatan Wall Street terjadi sehari setelah pasar sempat terkoreksi tajam menyusul keputusan bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan. Pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang dinilai memberikan sinyal beragam mengenai arah kebijakan moneter juga sempat membingungkan pelaku pasar.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve September sebesar 59%, turun dari 82% sepekan sebelumnya.
Wall Street
Pasar Saham Amerika
Microsoft
Dow Jones
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II 2026 melambat menjadi 1,5%, lebih rendah dibandingkan proyeksi 2,1%, seiring melebarnya defisit perdagangan. Sementara itu, inflasi AS pada Juni juga menunjukkan perlambatan.
Secara keseluruhan, analis memperkirakan laba gabungan perusahaan anggota S&P 500 pada kuartal II 2026 meningkat sekitar 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi terbesar berasal dari emiten-emiten yang bergerak di sektor AI.
Setelah koreksi harga saham dalam beberapa waktu terakhir, indeks S&P 500 kini diperdagangkan pada valuasi sekitar 20 kali proyeksi laba, sedikit di atas rata-rata 10 tahun sebesar 19 kali.
Adapun jumlah saham yang menguat di bursa AS mencapai sekitar 2,2 kali lebih banyak dibandingkan saham yang melemah. Volume transaksi juga tergolong tinggi, mencapai 18 miliar saham, lebih besar dibandingkan rata-rata 17,2 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.