Tujuh Bulan Pascabanjir, Warga Mendale Aceh Tengah Masih Cemas Setiap Hujan Deras

Tujuh Bulan Pascabanjir, Warga Mendale Aceh Tengah Masih Cemas Setiap Hujan Deras

MENDALE, KOMPAS.com - Meskipun sudah tujuh bulan bencana banjir dan longsor berlalu, warga Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah masih khawatir jika hujan deras datang.

Apalagi, Kampung Mendale masuk zona merah pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Menurut Reje atau Kepala Kampung Mendale, Syaifullah, sejumlah fasilitas umum seperti gorong-gorong atau tali air rusak parah diterpa bencana, sehingga air dari pegunungan yang mengarah ke desa mereka kerap meluap apabila hujan deras terjadi.

“Tali air belum diperbaiki sepenuhnya, setiap hujan deras warga was-was, karena air meluap saat hujan deras, rumah warga maupun jalan raya sewaktu-waktu bisa digenang air,” ujar Syaifullah, ditemui di kediamannya, Kamis (2/7/2026).

Kondisi hujan yang datang tidak menentu menyebabkan warga kerap keluar rumah apabila hujan berkepanjangan, untuk memastikan musibah banjir dan longsor tidak lagi terjadi.

“Jika hujan malam ya warga panik, menunggu aba-aba, jika hujan tidak panjang mereka aman. Tetapi jika berkepanjangan, warga berusaha mencari tempat yang aman, sembari waspada,” ujar Syaifullah.

Oleh karena itu, ia meminta untuk perbaikan agar parit dan drainase yang rusak pascabencana segera diperbaiki, sehingga air dari perbukitan langsung mengalir ke Danau Laut Tawar, tidak lagi menggenangi rumah warga.

“Harapan untuk perbaikan tali air dan umum maupun jalan lingkungan dapat segera dilakukan,” kata dia. 

Air berlumpur yang mengalir di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis (26/2/2026).
Air berlumpur yang mengalir di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis (26/2/2026).

Ia juga mengeluhkan status jalan provinsi di lingkar Danau Laut Tawar yang hingga kini masih terjadi longsor jika hujan deras turun, yang masih menimbun jalan Takengon-Bintang.

“Sebagian masih terjadi longsor di Lelabu seperti yang terjadi hari Rabu lalu, jalan tertutup. Tetapi yang turun dari BPBD untuk membersihkan, agar warga bisa lewat, tetapi kalau dari provinsi tidak ada di tempat,” ucap dia.

Karena masih terdapat material longsor di pegunungan, warga Mendale yang menuju arah Kecamatan Bintang, tidak akan melintas jika hujan deras.

“Kalau hujan deras, warga tidak berani melintas. Karena bekas material longsor yang sewaktu-waktu bisa membahayakan,” ucap Syaifullah.

Ia menyebut, sudah terdapat para peneliti yang menyebut, material yang turun saat bencana lalu masih bagian bawah atau lereng pegunungan, sementara bagian atas pegunungan belum turun.

Kondisi ini menjadi salah satu Kampung Mendale masuk sebagai zona merah, sehingga perlu kajian untuk mengantisipasi bencana susulan terjadi.

“Bagian bawah pegunungan maupun lereng sudah turun saat bencana, kita khawatir bagian atas. Ini jika perlu dikaji provinsi,” ucap Syaifullah.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini
Air berlumpur yang mengalir di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis (26/2/2026).
Air berlumpur yang mengalir di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis (26/2/2026).(KOMPAS.COM/ Iwan Bahagia)