PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Hingga Jumat (3/7/2026) sore, Tim SAR gabungan masih belum menemukan Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Polres Katingan yang hilang di Sungai Katingan, Desa Tumbang Kalemei.
Keduanya dilaporkan hilang saat operasi penindakan kasus narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana mengatakan, pada hari kedua operasi, tim membagi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
"Pada hari ini (Jumat), pencarian dibagi menjadi dua SRU. SRU pertama melakukan pencarian dengan radius 1 kilometer, sedangkan SRU kedua melakukan pencarian hingga 2,4 kilometer dari lokasi kejadian," katanya.
Namun, hingga Jumat sore kedua korban masih belum ditemukan.
"Namun hingga sore tadi korban masih belum ditemukan," ujarnya.
Kendala Banyak Jeram
Menurut Alit, proses pencarian di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi arus Sungai Katingan yang deras dan banyak jeram.
"Faktor penghambat tim SAR di lapangan antara lain kondisi arus sungai yang deras dan dipenuhi jeram. Selain itu air sungai keruh sehingga menyulitkan tim SAR gabungan dalam melaksanakan penyelaman," ujarnya.
Ia mengatakan, pada hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan akan memperluas area penyisiran hingga sejauh 3,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Hal ini sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Brimob Polda Kalimantan Tengah, Sabhara Polda Kalimantan Tengah, Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah, Polsek Katingan Tengah, Satpolair Polres Katingan, Inafis Polres Katingan, Koramil 1019-04/Katingan Tengah, BPBD Katingan, serta masyarakat setempat.
Sebelumnya, operasi penangkapan dua terduga bandar sabu pada Kamis (2/7/2026) dini hari itu berujung ricuh setelah petugas mendapat perlawanan dari warga.
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.
Sementara dua personel lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan hilang setelah diduga hanyut saat menyeberangi sungai untuk menghindari kepungan massa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang