Misteri Kematian Guru PPPK di Mes Polisi Pesisir Selatan: 4 Anggota Polres dan Saksi Diperiksa Intensif

Misteri Kematian Guru PPPK di Mes Polisi Pesisir Selatan: 4 Anggota Polres dan Saksi Diperiksa Intensif

PADANG, KOMPAS.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat memastikan penyelidikan kasus kematian seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial IPP (32) terus bergulir.

Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mes personel Polres Pesisir Selatan (Pessel).

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Pesisir Selatan bersama Bidang Propam Polda Sumbar telah memeriksa sejumlah saksi kunci untuk mengungkap tabir di balik kematian korban.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara intensif dan menyeluruh, melibatkan lingkungan internal kepolisian maupun pihak keluarga korban.

"Saat ini kasus dugaan kematian salah satu guru PPPK di Pesisir Selatan sedang dilakukan penyelidikan secara intensif. Sejumlah saksi dan pihak keluarga sudah dimintai keterangan," ujar Susmelawati, kepada Kompas.com.

Empat Personel Polisi Diperiksa

Susmelawati memaparkan, sejauh ini sudah ada empat personel kepolisian yang dimintai keterangan resmi.

Keempatnya merupakan anggota yang diketahui kerap mendatangi mes tempat korban ditemukan.

"Baru empat personel yang dimintai keterangan. Mereka merupakan anggota yang sering datang ke mes itu. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Polres maupun Propam," jelasnya.

Selain empat polisi tersebut, penyidik juga memeriksa, 4 orang penghuni mes lainnya, 3 orang anggota keluarga korban, serta Anggota polisi yang sempat mendatangi rumah duka sesaat setelah korban ditemukan tewas.

Polisi juga meminta seluruh penghuni mes untuk tetap bersiaga (standby) dan tidak bepergian jauh guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan keterangan tambahan untuk keperluan rekonstruksi atau konfirmasi fakta baru.

Mengapa Korban 

Salah satu poin krusial yang tengah didalami oleh tim penyidik saat ini adalah motif atau alasan keberadaan korban di mes Korps Bhayangkara tersebut.

Sebagai seorang guru, keberadaan IPP di mes polisi dinilai memerlukan penjelasan logis.

"Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami berbagai hal, termasuk alasan korban menginap di mes saat itu. Terkait alasan korban menginap, masih kami dalami," pungkas Susmelawati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang