Menpora Erick Thohir Dorong Kesetaraan Ruang bagi Pelari Disabilitas

Menpora Erick Thohir Dorong Kesetaraan Ruang bagi Pelari Disabilitas

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Minggu, 05 Juli 2026 |01:01 WIB

JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya memberikan ruang inklusif bagi pelari disabilitas dalam berbagai ajang lari, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi siapa pun untuk merasakan kegembiraan dan manfaat dari berolahraga.

Hal tersebut diutarakannya saat menghadiri Bhinneka Run 2026 di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu 4 Juli 2026. Dalam ajang yang diikuti 2.500 pelari tersebut, pihak penyelenggara secara khusus turut memberikan ruang bagi komunitas disabilitas.

"Kami sangat mengapresiasi event lari yang memberikan ruang bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali," kata Erick Thohir, dikutip Minggu (5/7/2026).

Menurut Menpora Erick, pemerintah terus berupaya meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang ramah disabilitas agar dapat diakses secara lebih luas. Saat ini jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 25,9 juta jiwa, 11 persen di antaranya aktif berolahraga.

1. Masa Depan Atlet

Kondisi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus memberikan ruang dan peningkatan partisipasi olahraga bagi para penyandang disabilitas. Selain mendorong partisipasi masyarakat penyandang disabilitas, Kemenpora berupaya secara maksimal untuk memperpanjang kontribusi atlet disabilitas setelah memasuki masa purna, salah satu upaya yang ditempuh adalah memberikan kesempatan bagi mereka sebagai tenaga pendidik.

Menpora Erick Thohir Dorong Kesetaraan Ruang bagi Pelari Disabilitas
Menpora Erick Thohir Dorong Kesetaraan Ruang bagi Pelari Disabilitas

"Kami ingin para atlet disabilitas tetap memiliki ruang untuk mengabdi setelah masa purnanya. Pengalaman dan prestasi mereka sangat berharga untuk dibagi serta membina adik-adik kita di sekolah baik di pusat maupun di daerah sehingga lahir generasi atlet disabilitas yang semakin berprestasi," sambung Erick Thohir.

Sementara itu, Inisiator Bhinneka Run 2026 Rahayu Saraswati mengatakan ajang yang mengusung tema "Different Stories, One Finish Line" tersebut menghadirkan tiga kategori lomba, yakni 3K, 5K, dan 10K. Ajang tersebut digelar di TMII untuk menghadirkan suasana berbeda dengan penampilan kesenian tradisional, seperti tanjidor, angklung, dan tari Tor-Tor, yang menghibur peserta di sepanjang lintasan.

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Minggu, 05 Juli 2026 |01:01 WIB

Menpora Erick Thohir. (Foto: Ist)

2. Merawat Keberagaman Lewat Olahraga

"Kita membuktikan bahwa di garis finis, kita semua adalah sama: masyarakat Indonesia yang sehat, kuat, dan mencintai keberagaman," kata Rahayu.

"Kita memberikan bantuan pembinaan kepada atlet/peserta disabilitas sama singgung biaya pendaftaran dikonversi menjadi sumbangan buku lainnya.” tambahnya.

Menpora Erick Thohir Dorong Kesetaraan Ruang bagi Pelari Disabilitas
Menpora Erick Thohir Dorong Kesetaraan Ruang bagi Pelari Disabilitas

Sementara itu M. Husein Fadlulloh, Co-Inisiator Bhinneka Run 2026 ingin menyampaikan pesan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk melangkah maju, melainkan kekuatan. Jadi, sinergi antara kebugaran fisik dan semangat budaya di Bhinneka Run 2026 ini adalah cara kami merawat Indonesia.

"Kami berharap energi positif hari ini dapat dibawa pulang oleh setiap peserta ke dalam kehidupan sehari-hari mereka," katanya.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.