Tergiur Promosi di Live Tiktok, ASN Serang Jadi Korban Investasi Ayam Petelur

Tergiur Promosi di Live Tiktok, ASN Serang Jadi Korban Investasi Ayam Petelur

SERANG, KOMPAS.com – Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Serang, Banten, berinisial Al (34), mengaku mengalami kerugian hingga Rp 157 juta setelah mengikuti investasi bisnis ayam petelur dengan skema "titip ternak" yang diduga bermasalah.

Korban menduga praktik investasi tersebut telah memakan banyak korban lain dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Tertarik dari Live TikTok

Al menuturkan, ketertarikannya bermula pada Januari 2025 setelah melihat promosi investasi melalui siaran langsung akun TikTok @telurkit*.

"Saya masuk ke live streaming TikTok tersebut, akhirnya saya merasa tertarik dengan sistem titip ternak yang ditawarkan," ujar Al saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2026).

Setelah menghubungi admin berinisial Am pada 8 Januari 2025, Al mendapat penjelasan mengenai skema investasi yang ditawarkan. Untuk bergabung, peserta diwajibkan membeli paket investasi senilai Rp 3,5 juta per paket.

Al kemudian mentransfer Rp 70,3 juta untuk 20 paket, termasuk biaya notaris, ke rekening atas nama PT ASI.

Sebagai daya tarik, perusahaan menjanjikan keuntungan sekitar 40 persen dalam kurun waktu dua tahun. Korban juga diberikan akses CCTV untuk memantau kandang ayam yang disebut berada di Kediri, Jawa Timur.

"Ini sistem kerja sama perusahaan budidaya ayam petelur di Kediri, Jawa Timur. Mereka meyakinkan saya dengan kemudahan sistem titip ternak, saya hanya tinggal menunggu hasil panen," kata Al.

Pada awalnya investasi berjalan sesuai janji. Al mengaku menerima bagi hasil secara rutin sejak Juli hingga Desember 2025.

"Saya baru menerima 5.800.000 selama 9 bulan atau 9 kali. Itu pun terakhir dibayarkan karena kerabat saya datang kesana," ujarnya.

Karena merasa yakin, Al kembali menambah investasi sebanyak 40 paket dengan nilai total Rp 140 juta yang dibayarkan dalam dua tahap pada November 2025 dan Januari 2026.

Bagi Hasil Mendadak Berhenti

Kejanggalan mulai muncul pada Maret 2026. Perusahaan menginformasikan bahwa pembayaran bagi hasil ditunda dengan alasan terkendala pasokan telur selama periode Lebaran.

Sejak April hingga Juni 2026, pembayaran bagi hasil disebut benar-benar terhenti.

Saat mencoba meminta kejelasan, Al justru dihubungi seseorang berinisial Ri yang mengaku menggantikan Am. Ri menyebut Am hanya pekerja lepas dan menjelaskan kondisi kandang sedang bermasalah. Ia juga sempat menawarkan pengembalian modal kepada para investor.

Menurut Al, Manajer Operasional PT ASI berinisial Ja juga pernah menjanjikan pengembalian seluruh modal investasi.