KOMPAS.com - Banyak orang menganggap bersikap keras pada diri sendiri adalah bentuk disiplin dan motivasi agar lebih maju.
Namun, menurut sejumlah psikolog, kebiasaan ini bisa berubah menjadi self-criticism berlebihan yang justru memicu stres, cemas, hingga rasa tidak pernah cukup baik.
Dikutip dari Psychology Today, Psikolog klinis Alice Boyes menyebutkan bahwa terlalu keras pada diri sendiri sering tidak disadari karena terlihat seperti “standar tinggi”.
Padahal, jika dibiarkan, pola ini bisa mengganggu kesehatan mental dan hubungan dengan diri sendiri.
Berikut 7 tanda kamu mungkin terlalu keras pada diri sendiri:
Tanda Kamu Terlalu Keras pada Diri Sendiri
1. Terus menyalahkan diri untuk kesalahan kecil
Hal sederhana yang seharusnya bisa dilewati justru dipikirkan berulang-ulang.
Kamu merasa bersalah lebih lama dari yang seharusnya, bahkan untuk hal yang tidak terlalu besar.
2. Sulit memaafkan diri sendiri
Meskipun sudah memperbaiki kesalahan, rasa bersalah tetap muncul.
Kamu seperti “terjebak” pada masa lalu dan sulit move on dari hal yang sudah terjadi.
3. Standar terlalu tinggi dan sulit puas
Apa pun hasilnya, selalu terasa kurang.
Bahkan ketika orang lain sudah menganggap cukup baik, kamu tetap merasa belum maksimal.
4. Mengabaikan kebutuhan diri sendiri
Istirahat, makan cukup, atau waktu santai sering dikorbankan demi produktivitas.
Kamu merasa harus terus “melakukan sesuatu” agar merasa berharga.
5. Merasa gagal meski sebenarnya baik-baik saja
Secara objektif hidupmu tidak bermasalah, tapi kamu tetap merasa tidak cukup berhasil atau tertinggal dari orang lain.
6. Lebih keras pada diri sendiri dibanding orang lain
Saat orang lain melakukan kesalahan, kamu lebih mudah memaafkan.