JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Tenaga Kerja (Sudinaker) Jakarta Barat menggelar sesi walk-in interview atau wawancara kerja secara langsung pada Kamis (25/6/2026).
Pelaksanaan wawancara langsung ini akan diselenggarakan serentak di empat kantor kecamatan, yakni Kecamatan Tamansari, Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, dan Kalideres sebagai bagian dari acara Jakarta Barat Job Fair 2026.
Ketua Panitia Jakarta Barat Job Fair 2026, Septian Thahir menjelaskan, sesi walk-in interview terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang sudah mendaftar di job fair sebelumnya maupun yang baru ingin melamar.
"Semuanya bisa. Misalkan ada masyarakat yang enggak sempat datang saat job fair nya, ataupun yang daftar online, dan mau datang ya silakan, enggak masalah. Nanti langsung di-walk-in interview, siapa saja bisa," kata Septian saat ditemui saat Job Fair di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (24/6/2026).
Meski terbuka untuk umum, Septian mengingatkan para pencari kerja agar mempersiapkan persyaratan utamanya, yakni mendaftar dan mengunggah dokumen di aplikasi Karier Jakarta atau kanal web www.karir.jakarta.go.id.
"Yang paling penting udah daftar Karier Jakarta dulu ya, udah apply lowongannya. Teman-teman pencari kerja harus melamar sesuai dengan perusahaan yang ada di kecamatan. Yang kedua ya bawa CV (riwayat hidup) buat upload, bawa foto, kurang lebih sama seperti lamaran pada umumnya," tutur Septian.
Septian menyebut, walk-in interview merupakan rangkaian terakhir Jakarta Barat Job Fair 2026 yang diklaim menyediakan 4.262 lowongan pekerjaan.
Ia menyebut, hingga hari ini, tercatat sudah ada 2.470 orang yang hadir dengan total 3.005 lamaran yang masuk, di mana 725 di antaranya hadir secara langsung di GOR Tanjung Duren.
Khusus untuk sesi walk-in interview di empat kecamatan, terdapat 19 perusahaan yang berpartisipasi esok hari.
"Masing-masing kecamatan ada lima perusahaan, tapi di Tamansari hanya empat, jadi total ada 19 perusahaan, bisa datang langsung ke kantor kecamatan," ucapnya.
Tepis Anggapan Formalitas
Lebih lanjut, Septian menegaskan bahwa pengadaan sesi walk-in interview ini sengaja dirancang untuk menepis stigma di masyarakat yang kerap menganggap bahwa acara job fair hanya sekadar ajang formalitas belaka.
"Selama ini masyarakat melihat job fair ini ya banyak yang bilang formalitas karena memang hanya naruh CV. Tapi kami membuat semacam walk-in interview supaya masyarakat melihat nih, oh ternyata ada loh prosesnya, interview kan bagian dari proses terakhir sebelum diterima," ucap Septian.
Untuk memastikan rekrutmen berjalan dengan lancar, Septian menyebut pihaknya mewajibkan 19 perusahaan yang terlibat dalam wawancara langsung untuk segera melaporkan hasil seleksi pelamar.
"Biasanya kalau dari 19 perusahaan ini kami harapkan dalam waktu satu bulan kami sudah terima hasil seleksinya. Pasti ada laporannya ke kami," tuturnya.
Ada Lowongan untuk Difabel
Sesi wawancara langsung ini juga dipastikan inklusif dan terbuka bagi penyandang disabilitas yang hendak mencari pekerjaan.
"Nanti yang di walk-in juga ada yang menerima pelamar difabel, misalnya kayak Alfamart juga (membuka lowongan disabilitas) di Tamansari, terus di tempat lain juga," kata Septian.
Selain itu, untuk memperlancar proses rekrutmen bagi pelamar yang merupakan teman tuli, Sudinaker Jakarta Barat telah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk menghadirkan juru bahasa isyarat di lokasi.
"Kita juga menyediakan fasilitas teman dari Dinas Pendidikan untuk juru bahasa isyarat. Jadi teman-teman yang tunarungu nanti kita fasilitasi. Besok (saat walk-in interview) juga ada sama, dibantu saat interview," tutur Septian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.