Organisasi Pesilat Minta Maaf soal Pasien Meninggal Usai Ambulans Terhambat Konvoi di Karanganyar

Organisasi Pesilat Minta Maaf soal Pasien Meninggal Usai Ambulans Terhambat Konvoi di Karanganyar

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karanganyar Pusat Madiun, Sutarmo, menyampaikan permohonan maaf terkait insiden pasien meninggal usai ambulans tersendat akibat konvoi pesilat.

Peristiwa bermula saat Hadi Sukat (60) hendak dilarikan ke Puskesmas Karangpandan pada Sabtu (20/6/2026).

Namun, ambulans terhalang konvoi pesilat saat menuju rumah pasien maupun ketika membawa pasien ke puskesmas.

Saat tiba di Puskesmas Karangpandan, pasien sudah tidak memiliki denyut nadi dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Sutarmo mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan pengesahan anggota baru, pengurus cabang telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh anggota yang tidak memiliki kepentingan langsung dalam kegiatan agar tetap berada di rumah.

Anggota yang tidak bertugas diminta cukup mendoakan kelancaran acara dari kediaman masing-masing.

Ia juga menegaskan sejak awal pengurus telah mengingatkan anggota agar tidak melakukan konvoi kendaraan di jalan raya.

"Kami dari Pengurus Cabang PSHT Karanganyar turut berdukacita dan permohonan maaf kalau memang itu akibat konvoi yang dilakukan adik-adik kami," kata Sutarmo dilansir dari Kompas.com, Senin (22/6/2026).

Terkait kabar "massa penggembira" yang menghambat laju ambulans, Sutarmo mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologinya.

Keluarga Korban Pilih Tidak Menanggapi Pernyataan PSHT

Sementara itu, putri kedua almarhum Hadi Sukat, Dwi Purnamasari (36), mengatakan, keluarga tidak ingin memberikan tanggapan atas pernyataan yang disampaikan pihak PSHT Karanganyar.

"Terkait pernyataan dari PSHT Karanganyar, kami tidak berkomentar," kata Dwi Purnamasari, dikutip dari TribunSolo, Selasa (23/6/2026).

Meski demikian, Dwi menuturkan keluarganya telah menerima kepergian sang ayah dan menganggap peristiwa tersebut sebagai takdir.

"Kami sudah mengikhlaskan, dan anggap kepergian ayah kami merupakan sebuah takdir," ungkapnya.

Dwi juga menyampaikan, setelah pemakaman ayahnya, pihak keluarga sempat menerima kedatangan jajaran Polres Karanganyar yang menyampaikan belasungkawa.

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga menyampaikan harapan agar ada evaluasi sehingga insiden serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.