KOMPAS.com - Samsung menghadirkan sejumlah pembaruan pada sistem baterai Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Kini, Galaxy Z Fold 8 Ultra mengusung baterai 5.000 mAh, sedangkan Galaxy Z Fold 8 memiliki baterai 4.800 mAh.
Kedua ponsel lipat ini menggunakan baterai silikon karbon serta pengisian cepat 45W Super Fast Charging.
Tak berhenti sampai di situ, Samsung juga menggunakan teknologi baru bernama dual-path charging architecture di Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra.
Teknologi ini diklaim mampu membuat proses pengisian daya lebih cepat, lebih stabil, sekaligus membantu menjaga suhu perangkat tetap rendah.
Hal tersebut diungkapkan Executive Vice President and Senior Executive of Mobile R&D Office Hardware, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, Sunghoon Moon atau yang akrab disapa HS Moon.
"Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 menggunakan dual-path charging architecture yang mendistribusikan daya secara lebih efisien, menghadirkan pengisian daya yang lebih cepat, stabil, serta membantu mengelola suhu perangkat dengan lebih baik," kata HS Moon, sebagaimana dihimpun dari Samsung Newsroom.
Menurut Moon, teknologi tersebut menjadi salah satu pembaruan terbesar pada sistem baterai Galaxy Z Fold 8 Series, selain penggunaan baterai berbasis silicon-carbon anode yang menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dibanding material sebelumnya.
Lantas, apa sebenarnya dual path charging dan apa kelebihannya dibanding sistem pengisian daya konvensional?
Apa itu dual-path charging?
Secara sederhana, dual-path charging adalah sistem yang membagi aliran listrik dari charger ke dua sel baterai secara bersamaan.
Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra menggunakan baterai dengan desain dual-cell atau terdiri dari dua sel baterai.
Pada sistem pengisian sebelumnya, aliran listrik lebih banyak melewati satu jalur sebelum didistribusikan ke seluruh sistem baterai.
Sementara pada dual-path charging, daya 45 watt langsung dibagi ke kedua sel baterai secara simultan. Dengan begitu, beban listrik menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu jalur.
Agar lebih mudah dibayangkan, analoginya seperti mengisi dua bak air. Jika hanya menggunakan satu selang, salah satu bak akan terisi lebih dulu sebelum air mengalir ke bak lainnya.