Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede

Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede

  • Samuel Sekuritas merekomendasikan sektor tambang dan CPO hulu karena ketidakpastian regulasi pemerintah kini mulai mereda secara bertahap.
  • Emiten seperti ANTM, AMMN, BUMI, dan TINS menjadi pilihan utama karena memiliki fundamental kuat serta prospek laba solid.
  • Sektor CPO hulu diuntungkan harga komoditas tinggi, sementara emiten hilir berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya bahan baku produksi.

Suara.com - Saham-saham sektor komoditas tambang bisa dilirik oleh para investor, seiring meredanya ketidakpastian kebijakan pemerintah yang sebelumnya membayangi prospek emiten tambang dan perkebunan.

Samuel Sekuritas menilai perubahan arah kebijakan tersebut menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten pertambangan dengan fundamental yang kuat.

Analis Samuel Sekuritas, Fadhlan Banny Firmansyah, mengatakan sektor batu bara, hulu kelapa sawit (CPO upstream), dan logam menjadi pilihan utama karena tekanan akibat ketidakpastian regulasi mulai berkurang.

"Kami melihat sektor batu bara, CPO hulu, dan logam menjadi pilihan utama karena ketidakpastian kebijakan secara bertahap mulai mereda, sementara valuasi sektor-sektor tersebut sebelumnya sudah terdiskon cukup dalam akibat kekhawatiran terhadap regulasi," ujar Fadhlan Banny Firmansyah dalam risetnya yang dikutip, Selasa (7/7/2026).

Tambang Batu Hijau yang dioperasikan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk.
Tambang Batu Hijau yang dioperasikan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk.

Menurutnya, saham-saham seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Timah Tbk (TINS) menjadi pilihan utama karena didukung sikap pemerintah yang kini lebih kondusif terhadap industri.

"Untuk pilihan saham, kami menyukai ANTM, AMMN, BUMI, dan TINS karena arah kebijakan pemerintah kini secara umum lebih mendukung sektor komoditas," kata Fadhlan.

Khusus sektor batu bara, Samuel Sekuritas menjadikan BUMI sebagai saham unggulan. Hal ini didukung tingginya porsi penjualan domestik serta hubungan yang kuat dengan PT PLN (Persero).

"Di sektor batu bara, pilihan utama kami adalah BUMI karena memiliki porsi penjualan domestik yang signifikan serta hubungan yang kuat dengan PLN. Sementara itu, PTBA dan INDY menjadi emiten yang paling sensitif terhadap perubahan kebijakan karena memiliki porsi penjualan domestik yang lebih tinggi," jelasnya.

Selain itu, Samuel Sekuritas menilai saham-saham mineral juga memiliki prospek cerah seiring meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan pemerintah serta didukung momentum pertumbuhan laba yang kuat.

"Kami juga tetap positif terhadap ANTM, AMMN, dan TINS karena kekhawatiran terhadap kebijakan mulai mereda serta didukung prospek pertumbuhan laba yang kuat seiring outlook harga emas dan timah yang masih solid," kata Fadhlan.

Di sektor perkebunan, Samuel Sekuritas lebih memilih emiten CPO hulu dibandingkan hilir. Menurut Fadhlan, perusahaan hulu akan lebih diuntungkan oleh tingginya harga minyak sawit mentah, sedangkan emiten hilir justru berpotensi menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan baku.

"Untuk sektor perkebunan, kami lebih bullish terhadap emiten CPO hulu karena diuntungkan oleh tingginya harga CPO. Sebaliknya, emiten CPO hilir berpotensi menghadapi tekanan akibat naiknya harga bahan baku sehingga kami mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor tersebut. Kami juga tetap netral terhadap sektor nikel karena pertumbuhan pasokan dari Indonesia masih lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan dari industri baja nirkarat maupun baterai kendaraan listrik," pungkasnya.