KOMPAS.com - Berbagai cara kerap dilakukan demi mendapatkan tubuh bugar dan umur panjang, mulai dari diet ketat hingga mengonsumsi beragam suplemen kekinian.
Sayangnya, di tengah tren gaya hidup sehat tersebut, ada satu kebiasaan sederhana yang sering diabaikan, padahal terbukti ampuh menjaga kesehatan jangka panjang, yakni membersihkan sela gigi menggunakan benang (flossing).
Rupanya, menyikat gigi dua kali sehari saja belum cukup. Sikat hanya mampu menjangkau dan membersihkan sekitar 60 persen dari total permukaan gigimu.
Sisa kotoran yang tersembunyi inilah yang sering kali memicu berbagai masalah kesehatan yang jauh lebih serius dari sekadar sakit gigi.
"Membersihkan sela gigi dengan benang adalah langkah sederhana tetapi sangat penting. Cara ini ampuh menghancurkan tumpukan bakteri di sela-sela gigi yang mustahil dijangkau oleh sikat biasa," jelas periodontis, Richard Nejat, DDS, mengutip Self Magazine, Jumat (3/7/2026).
Kaitan kebiasaan flossing dan umur panjang
Mencegah penumpukan bakteri berbahaya
Saat rutin menggunakan benang gigi, kamu secara aktif mengurangi tumpukan bakteri, penumpukan plak, dan peradangan gusi. Kebiasaan baik ini menjadi kunci utama untuk mencegah penyakit periodontal atau radang gusi. Masalah ini sama sekali tidak boleh disepelekan.
Selain giginya itu sendiri, jaringan lunak di sekitarnya juga butuh perhatian penuh. Celah dangkal yang menjadi batas pertemuan antara gusi dan gigi rentan menjadi pintu masuk kuman.
"Batas antara gusi dan gigi dilapisi oleh salah satu jaringan tubuh yang paling mudah tertembus," papar dokter gigi, Kami Hoss, DDS.
"Area ini dipenuhi pembuluh darah, yang berarti bakteri apa pun di sana punya jalur masuk yang sangat langsung ke aliran darah," lanjut dia.
Menurunkan risiko penyakit kritis
Tidak hanya menjaga senyum tetap indah, penelitian medis membuktikan bahwa kebiasaan ini berkaitan erat dengan penurunan risiko demensia, penyakit Alzheimer, hingga stroke.
Sebuah riset besar berjudul "Dental Health Behaviors, Dentition, and Mortality in the Elderly: The Leisure World Cohort Study" yang mengamati lebih dari 5.000 lanjut usia (lansia) mengungkap fakta mengejutkan.
Lansia yang tidak pernah memakai benang gigi memiliki lonjakan risiko kematian hingga 30 persen dibandingkan mereka yang rutin melakukannya setiap hari.
"Bakteri Porphyromonas gingivalis yang bersarang di mulut bisa menginfeksi gusi, memicu peradangan, serta menyebabkan penyakit gusi," ujar dokter spesialis umur panjang dan pendiri Timmons Wellness, Jennifer Timmons, MD.
Bakteri jahat ini kerap ditemukan pada plak pembuluh darah yang memicu serangan jantung, serta bersarang di jaringan otak pasien penderita Alzheimer.
Oleh karena itu, menghentikan perkembangbiakannya langsung dari sumbernya adalah langkah yang paling tepat.