Kemenkes Terjun Tangani Warga ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kemenkes Terjun Tangani Warga ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyebut pemerintah pusat telah turun tangan untuk menangani para masyarakat terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin.

"Kementerian Kesehatan sudah masuk untuk penanganan itu," kata Pratikno ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (3/6).

Selain Kemenkes, lanjut Pratikno, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah mengirimkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak, termasuk masker.

"Saya juga sudah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB yang sejak beberapa hari lalu sudah masuk ke sana, ditopang oleh kementerian teknis, termasuk Kementerian Kesehatan," ucap Pratikno.

"Agenda pemberdayaan ekonomi juga sudah mulai dibahas," sambungnya.

Waspadai komplikasi pneumonia

Sementara itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mewaspadai risiko komplikasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi pneumonia yang berpotensi mengancam keselamatan kelompok rentan akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan sebanyak 154 warga telah mengalami ISPA imbas asap kebakaran.

Mayoritas merupakan balita, orang dewasa, dan kelompok rentan lainnya. Karena itu, penanganan sejak dini menjadi sangat penting agar infeksi tidak berkembang menjadi pneumonia.

"Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian gitu," ujar Hendra, Jumat (3/7).

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menemukan warga terdampak yang mengalami komplikasi pneumonia.

Hendra meminta warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan maupun posko kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Sebab jika dibiarkan, maka bisa berpotensi menjadi infeksi paru yang lebih serius.

"Kalau ISPA segera diobati, insyaallah tidak akan berkembang menjadi pneumonia. Yang berbahaya itu kalau tidak terdeteksi dan tidak mendapat penanganan," katanya.

Hendra menuturkan, pihaknya telah mendirikan lima posko kesehatan di sekitar lokasi kebakaran serta mengerahkan 50 tenaga medis yang bertugas memberikan pelayanan kepada warga terdampak.

"Sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang, gitu. Dengan tambahan dari Puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana," jelas Hendra.

Kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6) awal pekan ini. Hingga memasuki hari keempat, petugas gabungan masih terus berupaya memadamkan api yang membakar timbunan sampah. Meski demikian, sekitar 30 persen area yang sebelumnya terbakar dilaporkan telah berhasil dikendalikan.

Upaya pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat. Sejumlah unit helikopter water bombing milik BNPB kembali diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan di sejumlah titik.

Selain pemadaman, alat berat jenis excavator juga dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi. Langkah ini bertujuan membuka akses menuju titik api yang berada di bagian dalam gunungan sampah sekaligus mencegah bara api kembali menyala.

BNPB masih mengkaji rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah mempercepat pemadaman kebakaran.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, pelaksanaan OMC masih menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan akan dilibatkan dalam upaya percepatan pemadaman dengan menerapkan metode inject.

Di sisi lain, akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri masih dibatasi. Jalur tersebut hanya diperbolehkan dilalui kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

(dod/kum/fra)