- Oppo meluncurkan Reno16 Series di Jakarta pada Juli 2026 dengan harga lebih tinggi dibandingkan generasi pendahulunya.
- Kenaikan harga dipicu oleh mahalnya komponen RAM serta integrasi berbagai fitur kecerdasan buatan untuk kebutuhan produktivitas pengguna.
- Perangkat terbaru ini mengunggulkan fitur AI Kolase Mix serta teknologi Desain Planet 3D tanpa memerlukan kacamata khusus.
Suara.com - Persaingan smartphone premium di Indonesia kini tidak lagi sekadar mengandalkan spesifikasi tinggi atau kamera beresolusi besar.
Memasuki era kecerdasan buatan (AI), produsen mulai berlomba menghadirkan fitur AI yang benar-benar berguna dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari membuat konten hingga meningkatkan produktivitas.
Tak heran jika inovasi AI kini menjadi salah satu alasan utama di balik kenaikan harga perangkat terbaru.
Strategi itu pula yang diusung Oppo melalui Reno16 Series. Meski dibanderol lebih mahal dibandingkan pendahulunya, perusahaan optimistis perangkat terbarunya tetap diminati karena menawarkan pengalaman AI yang lebih lengkap tanpa biaya langganan tambahan.
Product Manager OPPO Indonesia, Deni Setiawan, mengakui terdapat kenaikan harga pada Reno16 Series. Namun, menurutnya peningkatan tersebut sejalan dengan inovasi yang dibawa, terutama pada sektor AI.
"Oppo di AI itu memang sangat fokus. Dan kita juga banyak bikin fitur-fitur AI yang sebenarnya jadi tren sih sekarang," kata Deni di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Salah satu perbedaan paling mencolok terlihat pada varian reguler. Oppo Reno15 dengan konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB saat diluncurkan awal 2026 dijual Rp7.699.000.
Sementara Oppo Reno16 dengan kapasitas memori yang sama dipasarkan seharga Rp11.999.000, atau naik sekitar Rp4,3 juta.
Menurut Deni, kenaikan harga tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya harga komponen, khususnya RAM, yang mengalami kelangkaan di pasar global.
Meski demikian, ia menilai konsumen mendapatkan nilai tambah yang sepadan melalui berbagai fitur baru yang ditanamkan pada Reno16 Series.
Salah satu yang paling diunggulkan adalah AI Kolase Mix, fitur yang memungkinkan pengguna menggabungkan sejumlah foto menjadi komposisi visual kreatif hanya dalam beberapa langkah tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Deni mengatakan, fitur tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi muda, terutama Gen Z, yang aktif membuat konten di media sosial namun menginginkan proses yang lebih praktis.
"Kita permudah dengan menghadirkan langsung aplikasi bawaan di handphonenya. Dengan AI dari Oppo, hanya dengan tiga step saja bisa selesai," ujarnya.
Selain AI, Oppo juga mengandalkan inovasi desain sebagai daya tarik utama Reno16 Series.
Smartphone ini mengusung Desain Planet 3D, yang diklaim mampu menghadirkan efek visual tiga dimensi tanpa memerlukan kacamata khusus.
- Oppo meluncurkan Reno16 Series di Jakarta pada Juli 2026 dengan harga lebih tinggi dibandingkan generasi pendahulunya.
- Kenaikan harga dipicu oleh mahalnya komponen RAM serta integrasi berbagai fitur kecerdasan buatan untuk kebutuhan produktivitas pengguna.
- Perangkat terbaru ini mengunggulkan fitur AI Kolase Mix serta teknologi Desain Planet 3D tanpa memerlukan kacamata khusus.
Menurut Deni, pengembangan desain tersebut membutuhkan waktu tiga hingga empat kali lebih lama dibandingkan generasi Reno sebelumnya karena menggunakan teknologi khusus untuk menciptakan efek kedalaman pada panel belakang.
"Saya rasa ini baru pertama ya ada desain 3D di handphone yang penggunanya enggak usah pakai kacamata 3D untuk lihat efeknya. Ini bisa dilihat dengan kasat mata ada efek pop-out atau 3D-nya," jelasnya.
Dengan kombinasi fitur AI yang semakin lengkap, desain baru, dan peningkatan pengalaman pengguna, Oppo meyakini Reno16 Series tetap memiliki daya saing di pasar meski hadir dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Strategi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persaingan smartphone saat ini mulai bergeser.
Jika sebelumnya produsen berlomba menawarkan spesifikasi hardware terbaik, kini kemampuan AI yang terintegrasi langsung ke dalam perangkat menjadi salah satu faktor yang menentukan nilai jual sebuah smartphone.