Remaja di Depok Terjun ke Jurang 5 Meter Saat Ambil Bola Alami Luka Kaki

Remaja di Depok Terjun ke Jurang 5 Meter Saat Ambil Bola Alami Luka Kaki

DEPOK, KOMPAS.com – Remaja pria berinisial MT (14) terjun ke jurang di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Minggu (5/7/2026), mengalami luka di bagian kaki.

"Korban cedera dan tidak bisa naik kembali," kata Komandan Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Depok, Tesy Haryati saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Selasa (7/7/2026).

Peristiwa bermula ketika korban bermain sepak bola bersama teman-temannya di sekitar lokasi. Saat bola jatuh, korban melompat ke jurang.

"Korban itu lagi main bola. Terus bolanya jatuh ke jurang. Nah, korban ini langsung lompat ambil bolanya tanpa melihat kanan kiri atau kondisi medan," ujar Tesy.

Setelah berada di dasar jurang, teman-teman korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga.

Selanjutnya, pihak keluarga menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok untuk meminta bantuan evakuasi.

Tesy mengatakan, proses penyelamatan sempat terkendala karena akses menuju lokasi cukup sulit. Tim harus melewati area persawahan yang saat itu juga mengalami kemacetan.

"Kesulitan cuma saat tim menuju ke lokasi. Karena lokasi itu kan letaknya di Bedahan dan harus melewati sawah, kemudian saat itu juga macet. Kita enggak bisa secepat itu," ujarnya.

Petugas menggunakan sistem penyelamatan dengan tripod, tandu (stretcher), tali, dan carabiner untuk mengevakuasi korban.

"Kalau di lokasi itu kita bikin sistem, jadi bagaimana korban itu kita simpan dulu di stretcher dalam kondisi aman sehingga memudahkan tim untuk menaikkan atau lifting ke atas," ujar Tesy.

Menurut Tesy, setelah korban dipastikan berada dalam posisi aman di atas tandu, tim memasang sistem penyangga menggunakan tripod yang dipadukan dengan tali, carabiner, dan perlengkapan pendukung lainnya.

"Jadi enggak manual naikinnya. Dan ini membuat evakuasi lebih mudah," kata dia.

Setelah korban berhasil diangkat ke permukaan, petugas langsung memindahkannya ke ambulans untuk dibawa ke RSUD Sawangan Depok tanpa menunggu lama di lokasi.

Tesy menjelaskan, proses evakuasi di lokasi sebenarnya hanya berlangsung sekitar 30 hingga 40 menit.

Namun, penyelamatan sempat menunggu kedatangan ambulans beserta tenaga kesehatan atas permintaan keluarga korban.

Ia mengungkapkan, tim Damkar sebenarnya telah lebih dahulu tiba di lokasi.

Namun, keluarga meminta korban tidak dievakuasi sebelum ambulans dan petugas medis siap memberikan penanganan.

"Orangtuanya juga minta ada bidai karena khawatir ada dislokasi patah tulang, karena korban juga merasakan kebas," ujarnya.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, Damkar Depok mengerahkan enam personel dari UPT Bojongsari yang dibantu personel Pos Merdeka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.