AKURAT.CO Profil Low Tuck Kwong menjadi salah satu topik yang banyak dicari setelah namanya kembali menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes Billionaires List. Pengusaha yang dikenal sebagai Raja Batu Bara ini berhasil mempertahankan posisinya di tengah dinamika pasar saham dan perubahan valuasi berbagai perusahaan besar di Tanah Air.
Sebagai pendiri PT Bayan Resources Tbk, Low Tuck Kwong memiliki kekayaan yang diperkirakan mencapai 16,8 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp302 triliun. Nilai tersebut menempatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia sekaligus masuk dalam jajaran miliarder dunia.
Siapa Low Tuck Kwong?
Low Tuck Kwong merupakan pengusaha kelahiran Singapura pada 17 April 1948. Meski lahir di luar Indonesia, ia resmi menjadi warga negara Indonesia sejak 1992 setelah mengembangkan berbagai usaha di dalam negeri.
Namanya identik dengan industri pertambangan batu bara melalui PT Bayan Resources Tbk, salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Berkat kiprahnya di sektor tersebut, Low Tuck Kwong mendapat julukan Raja Batu Bara.
Menurut pembaruan Forbes Billionaires List pada awal Agustus 2026, ia menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dan berada di peringkat ke 168 dunia.
Perjalanan Bisnis Low Tuck Kwong
Perjalanan bisnis Low Tuck Kwong dimulai sejak usia muda ketika membantu perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya merantau ke Indonesia pada 1973.
Di Indonesia, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi sipil dan pekerjaan kelautan. Dari sinilah ia mulai membangun jaringan bisnis yang kemudian mengantarkannya masuk ke industri pertambangan.
Momentum besar datang pada 1998 ketika Low mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasa Pratama. Langkah tersebut menjadi fondasi berdirinya Bayan Resources yang kini berkembang menjadi salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Saat ini, Low Tuck Kwong masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sekitar 61 persen saham Bayan Resources sekaligus menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan.
Sumber Kekayaan Low Tuck Kwong
Sebagian besar kekayaan Low Tuck Kwong berasal dari bisnis pertambangan batu bara melalui Bayan Resources. Kinerja perusahaan yang kuat serta tingginya permintaan energi menjadikan Bayan Resources sebagai salah satu perusahaan tambang paling bernilai di Indonesia.
Namun, bisnis Low tidak hanya terbatas pada batu bara. Ia juga melakukan diversifikasi investasi ke berbagai sektor untuk memperkuat portofolio usahanya.
Beberapa bidang investasi yang dimilikinya antara lain meliputi:
Energi terbarukan melalui Metis Energy di Singapura.
Pertambangan dan jasa penunjang melalui Samindo Resources.
Industri kabel melalui Voksel Electric.
Layanan kesehatan melalui The Farrer Park Company.
Diversifikasi tersebut membuat sumber kekayaannya lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada industri batu bara.
Kekayaan Low Tuck Kwong Tahun 2026
Dalam pembaruan Forbes Billionaires List per awal Agustus 2026, kekayaan Low Tuck Kwong tercatat mencapai 16,8 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp302 triliun.