Pertandingan yang tidak berirama!
Pada malam yang kembali membawa kekecewaan bagi Portugal, media internasional tidak hanya melaporkan tersingkirnya Portugal dari Piala Dunia 2026, tetapi juga menganalisis penyebab kegagalan tersebut, mulai dari kritik terhadap penampilan tim, pujian atas ketegasan Spanyol, hingga berakhirnya era Cristiano Ronaldo bersama tim nasional.
Ronaldo dan rekan-rekannya tidak mampu memperpanjang impian mereka untuk terus berlaga di Piala Dunia dan tersingkir oleh Spanyol yang menang 1-0 berkat gol Mikel Merino pada menit ke-90+1, Senin malam.
Media Spanyol: Pertandingan yang Kurang Berirama
Surat kabar AS menggambarkan pertandingan tersebut sebagai laga yang kurang seru, dan menulis: “Merino masuk pada menit ke-85 dan mencetak gol pada menit ke-91. Ini adalah pertandingan yang buruk antara dua tim yang bagus, dan termasuk jenis pertandingan yang dimainkan seolah-olah para pemain mengemudi sambil menarik rem tangan,” demikian dilansir situs ojogo.
Surat kabar *Marca* berpendapat bahwa timnas Portugal tidak tampil sesuai dengan kualitas para pemainnya, dan mengatakan: “Lamine Yamal kalah dalam duelnya melawan Nuno Mendes, dan Pedri tampak tersesat sendirian, tetapi yang terburuk adalah Portugal, yang bermain jauh di bawah standar meskipun memiliki skuad yang dipenuhi bintang-bintang.”
Dalam judul lain, Marca menulis: “El bicho es Merino” atau “Si monster sejati adalah Merino,” memuji “pemain yang tak terduga” yang menyelamatkan Spanyol di menit-menit terakhir, persis seperti yang dilakukannya saat melawan Jerman sebelumnya di Euro 2024.
Dalam deskripsi ini, mungkin terdapat sindiran terhadap Ronaldo yang biasanya dijuluki dengan kata “El bicho”, karena surat kabar tersebut mengaitkan julukan tersebut dengan bintang La Roja dan juga dengan Merino.
Sementara itu, AS dan Mundo Deportivo menyoroti “mesin yang tak kenal kekalahan”, memuji ketangguhan pertahanan, pergantian pemain yang sukses oleh pelatih Luis de la Fuente, serta penampilan generasi baru yang diwakili oleh Lamine Yamal dan Dani Olmo.
Media Spanyol menggambarkan pertandingan ini sebagai “final dini”, menegaskan bahwa Spanyol kini menjadi kandidat kuat untuk gelar juara.
Seorang pelatih yang kurang berpengalaman mengakhiri era "El Don"
Sebaliknya, suasana duka menyelimuti media Portugal. Surat kabar seperti Record dan A Bola menyebut “kegagalan yang memalukan” dan “air mata sang legenda”, dengan penekanan besar pada kekecewaan atas penampilan tim nasional yang kurang tajam dalam serangan meskipun kiper Diogo Costa tampil kokoh di lini pertahanan.
Sementara itu, situs uol melontarkan kritik tajam kepada pelatih Roberto Martínez, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional setelah kontraknya berakhir, dengan ungkapan seperti “pelatih yang terbatas” dan “tidak ada yang bisa kita syukuri darinya”.
Beberapa laporan menggambarkan tersingkirnya Portugal sebagai “akhir era” Ronaldo, sambil mengakui keunggulan Spanyol pada momen-momen krusial.
Pensiunnya Ronaldo mungkin menguntungkan Portugal
Sementara itu, surat kabar Prancis Le Parisien mengomentari tersingkirnya Portugal dan berakhirnya karier internasional Cristiano Ronaldo: “Keputusan Ronaldo untuk pensiun dari tim nasional akan menjadi keputusan yang menyakitkan baginya dan bagi banyak penggemar, namun hal ini mungkin merupakan kabar baik bagi stabilitas tim nasional Portugal di masa depan.”
Sementara itu, surat kabar Inggris *The Guardian* mengaitkan kemenangan Spanyol dengan kecepatan bertindak pada momen krusial, sambil mencatat bahwa satu momen kunci itulah yang menentukan hasil pertandingan.
Surat kabar tersebut menulis: “Spanyol keluar sebagai pemenang setelah memastikan kemenangan dalam pertandingan yang sebagian besar membosankan, berkat momen yang ditandai dengan kecepatan berpikir di menit-menit terakhir waktu normal.”
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami