JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengkritik pemerintah Indonesia yang tidak mengirim delegasi resmi ke pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pun angkat bicara kenapa Indonesia tidak mengirim delegasi resmi ke Iran.
Walau pada akhirnya, kini Indonesia mengutus Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani untuk berangkat ke pemakaman Ali Khamenei.
Awalnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut Indonesia akan diwakili Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, menghadiri rangkaian upacara pemakaman mendiang Ali Khamenei.
"Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar RI di Tehran," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).
Yvonne mengatakan, Dubes RI di Tehran menghadiri acara penghormatan tersebut pada Sabtu pagi waktu setempat.
"Pada 4 Juli pagi waktu Tehran, Dubes RI telah hadir dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Tehran," ujar Yvonne.
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Iran, rangkaian acara penghormatan kepada almarhum akan berlangsung sejak 3-9 Juli di berbagai kota.
"Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di kota Mashhad pada 9 Juli," lanjut Yvonne.
Klarifikasi Menlu
Menlu Sugiono memberi klarifikasi mengenai Indonesia yang tidak mengirim delegasi resmi ke pemakaman Ali Khamenei di Iran.
Sugiono memaparkan, awalnya, pemerintah Indonesia menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut.
Pada saat itu, Sugiono mengakui pemerintah Indonesia sudah mengatakan bahwa yang mewakili RI adalah Rolliansyah Soemirat selaku Dubes RI untuk Iran.
"Karena pada saat itu juga kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia, dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana," kata Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Sugiono mengatakan, Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas level Dubes pada 2 Juli 2026.
Walhasil, kata Sugiono, Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk mengirim pengganti Rolliansyah Soemirat.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.