Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (3/8/2026). IHSG turun tipis 1,83 poin atau 0,03% ke level 6.234,29.
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.213–6.273.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan saham pada sesi I mencapai 23,09 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp 7,68 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.391.121 transaksi.
Sebanyak 323 saham menguat, sedangkan 294 saham melemah dan 169 saham lainnya bergerak stagnan.
Sementara itu, indeks saham unggulan yang tergabung dalam LQ45 justru menguat 0,32%.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham berada di zona hijau. Penguatan terbesar dicatatkan sektor barang konsumsi nonprimer yang naik 2,61%. Berikutnya, sektor barang baku menguat 0,76%, barang konsumsi primer 0,63%, infrastruktur 0,34%, dan energi 0,18%.
Sebaliknya, sejumlah sektor masih terkoreksi. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor teknologi sebesar 1,33%, diikuti kesehatan 0,51%, keuangan 0,51%, dan properti 0,35%.
Pergerakan bursa Asia pada sesi I juga cenderung negatif. Indeks Shanghai di China turun 0,55%, Nikkei Jepang melemah 1,04%, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,25%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong masih mampu menguat 0,14%.
Di tengah kondisi pasar yang beragam tersebut, lima saham mencatatkan lonjakan harga dan masuk jajaran top gainers.
Salah satunya adalah saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Harga saham TRUK melonjak 25% menjadi Rp 540.
Selain TRUK, saham PT Jaya Kontruksi Megah Pratama Tbk (JKON) memimpin penguatan dengan kenaikan 28,79% ke Rp 85. Selanjutnya, saham PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) melesat 25% ke Rp 95.
Kemudian, saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) naik 22,87% menjadi Rp 462 dan saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) menguat 19,01% ke Rp 845.
Di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan koreksi tajam dan masuk daftar top losers. Lima saham dengan penurunan terbesar antara lain PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) yang anjlok 10% menjadi Rp 234.
Berikutnya, saham PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) turun 8,51% ke Rp 1.775 dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) merosot 8,46% menjadi Rp 119.
Saham PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) juga terkoreksi 8% ke Rp 23. Sementara itu, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) melemah 7,22% menjadi Rp 2.440.